Kompas.com - 25/11/2016, 06:31 WIB
Hati-hati pilih universitas. THINKSTOCKPHOTOSHati-hati pilih universitas.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KOMPAS.com—Lulus kuliah dan menggenggam gelar sarjana ternyata tak selalu berarti siap masuk dunia kerja. Delapan dari sepuluh perusahaan di Indonesia, menurut Riset Willis Tower Watson Indonesia, mengaku kesulitan mendapatkan lulusan perguruan tinggi yang siap pakai.

Padahal, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pengangguran sarjana di Indonesia meningkat dari 653.586 pada Agustus 2015 menjadi 695.304 orang pada Februari 2016. Ada apa?

"Salah satu penyebab lulusan perguruan tinggi di Indonesia sulit mendapat pekerjaan adalah belum memiliki skill yang dibutuhkan perusahaan," kata Consultant Director Willis Tower Watson Indonesia, Lilis Hakim, seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (23/4/2016).

Menurut Lilis, skill adalah modal awal untuk memasuki dunia kerja. Termasuk di dalamnya, sebut dia, adalah kemampuan digital, berpikir dalam banyak skenario, dan penguasaan bahasa asing.

Kemampuan digital, papar Lilis, merupakan salah satu prasyarat paling penting bagi lulusan perguruan tinggi untuk bekerja pada era modern seperti sekarang.

Berbekal kemampuan ini, mereka diharapkan mampu mencari, mengevaluasi, memanfaatkan, membagikan, dan membuat konten dengan menggunakan bantuan teknologi informasi.

Kebutuhan berikutnya yang juga mendasar, lanjut Lilis, adalah komunikasi, terutama komunikasi tertulis. Beragam riset lain juga menyatakan hal serupa.

Riset dari National Association of Colleges and Employers (NACE) pada 2015, misalnya, mendapati 70,2 persen dari 201 manajer yang menjadi respondennya mengaku mencari calon karyawan dengan mempertimbangkan kemampuan komunikasi tulisan.

Pegawai dengan keterampilan yang baik dalam hal ini dianggap dapat membawa perusahaan ke posisi lebih baik.

Pendiri perusahaan konsultasi bisnis Basecamp, Jason Fried, sempat pula menyatakan, kemampuan menulis juga berkorelasi dengan kemampuan menyederhanakan persoalan rumit sehingga bisa dimengerti banyak orang.

THINKSTOCK.COM Ilustrasi

“Orang dengan kemampuan menulis baik, umumnya juga mampu memosisikan diri pada posisi orang lain, jadi bisa mencairkan suasana tegang,” ucap Fried seperti dikutip Kompas.com, Senin (31/10/2016).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X