"Moratorium UN Sesuai Nawacita Presiden" - Kompas.com

"Moratorium UN Sesuai Nawacita Presiden"

Kompas.com - 27/11/2016, 19:15 WIB
KOMPAS.Com Dua peserta UN SLB di Pinrang pilih ujian sekolah dna tidak menghadiri ujian nasional hari ini. UN hanya diikuti satu peserta tuna rungu.

BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut motatorium atau penghapusan sementara Ujian Nasional seusai visi Presiden Joko Widodo yang menginginkan desentralisasi pendidikan.

Muhadjir meyakini Jokowi akan menyetujui konsep moratorium UN yang diajukan oleh Kemendikbud.

"Itu sesuai dengan program aksi dari Pak Presiden. Nawacita Pak Presiden," kata Muhadjir usai peringatan hari guru nasional tahun 2016, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/11/2016).

Turut hadir dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Jokowi dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Muhadjir mengatakan, sebagai pengganti UN, Kemendikbud dan Badan Nasional Standar Pendidikan nantinya akan menetapkan standar nasional.

Kemudian, sebagai pelaksana diserahkan kepada provinsi untuk SMK dan SMA sederajat.

Sementara untuk tingkat SD dan SMP dan yang sederajat akan diserahkan kepada kabupaten/kota.

Muhadjir mengatakan, penghapusan UN ini sejalan dengan putusan MA.

Menurut Muhadjir dalam penjelasannya, MA menganjurkan agar UN dilaksanakan pada saat kualitas pendidikan sudah merata.

"Sesuai amanat MA, bahwa UN itu sebaiknya dilaksanakan kalau nanti secara relatif pendidikan kita sudah bagus dan merata. Kita mengejar itu," ujar Muhadjir. 

Sementara, Presiden sebelumnya mengaku sudah menerima usulan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy terkait moratorium atau penghapusan sementara ujian nasional mulai tahun 2017 mendatang.

Kendati demikian, Jokowi menegaskan bahwa usulan tersebut belum final.

Usulan tersebut harus dibawa terlebih dulu ke rapat terbatas yang dipimpin Presiden dan diikuti oleh sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait.

"Nanti akan kita rapatkan di minggu ini," kata Jokowi.


PenulisIhsanuddin
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Megapolitan
Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Megapolitan
Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Internasional
Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

Nasional
Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Megapolitan
Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Internasional
Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Nasional
Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Megapolitan
Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Nasional
Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Internasional
Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Regional
Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Internasional
Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Regional
Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Nasional
Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Internasional
Close Ads X