Awas... Kecanduan "Game Online" Tak Cuma Bikin Anak Depresi!

Kompas.com - 07/12/2016, 15:58 WIB
Penulis M Latief
|
Editor M Latief

- terapkan aturan kepada semua anggota keluarga untuk tidak menggunakan gadget pada jam tertentu, seperti saat makan, atau waktu keluarga.

- terapkan peraturan berupa 'matikan semua layar, termasuk TV, 30 menit sebelum tidur'

- sampaikan ke pihak sekolah untuk membantu mendukung pembatasan penggunan games online.

Brenton Hall, Kepala Sekolah AIS Indonesia, mengatakan sebagai sekolah inklusif yang memiliki program Social and Emotional Thinking, pihak sekolah harus fokus pada keseimbangan emosi dan sosial siswa. Di AIS sendiri, lanjut dia, salah satu materi dalam SET yang disampaikan kepada siswa dan orang tua adalah mengenai kecanduan internet.

"Untuk orang tua, tujuan dari materi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai bagaimana mendeteksi kecanduan internet dan peran orang tua dalam memastikan anak-anaknya menggunakan internet secara positif dan aman," kata Hall.

Untuk itu, pihaknya memberikan workshop mengenai gaming addiction kepada orang tua agar mereka dapat mengenal tanda-tanda kecanduan game dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif, baik di rumah maupun sekolah. Workshop tersebut juga diberikan pada siswa AIS di sekolah.

"Contohnya untuk siswa kelas 7. Di sini siswa diajak berkomitmen untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan beraktivitas sehat seperti olah raga, menggambar, membaca buku dan sebagainya," ujarnya.

Selain itu, sekolah juga perlu psikolog dan konselor yang bisa dihubungi oleh orang tua jika siswa memerlukan bantuan khusus. Pada tahap kecanduan (addiction), pemain online biasanya merasa ketagihan untuk menyelesaikan suatu permainan dengan nilai tinggi secara terus menerus.

"Beberapa tanda pada anak yang kecanduan permainan online adalah menjadi gelisah dan mudah marah bila tidak bisa bermain, mengisolasi diri dari orang lain untuk bermain game, migren karena konsentrasi dan ketegangan mata. Mereka lebih tertarik membicarakan permainan online, dan banyak lagi, termasuk menghindari pertemanan secara langsung," ujarnya.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X