Nusantara Mengaji: Maulid Nabi Harus Jadi Momentum Perubahan

Kompas.com - 12/12/2016, 20:32 WIB
Suasana Khataman Akbar Nusantara Mengaji se-Kota Bogor sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitul Faizin, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/12/2016). Dok Gerakan Nusantara MengajiSuasana Khataman Akbar Nusantara Mengaji se-Kota Bogor sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitul Faizin, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/12/2016).
EditorPalupi Annisa Auliani


BOGOR, KOMPAS.com
--Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai harus menjadi momentum perubahan sekaligus pengingat tentang pentingnya akhlak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Rujukannya adalah perilaku Rasulullah sebagai cermin ajaran Al Quran.

"Seluruh tuntunan kebahagian hidup dunia dan akhirat terdapat dalam Al Quran," ujar inisiator Gerakan Nusantara Mengaji, A Muhaimin Iskandar, Minggu (11/12/2016), lewat layanan pesan yang diterima Kompas.com, Senin (12/12/2016).

Karenanya, kata Muhaimin, kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW harus pula diwujudkan dalam pemahaman dan pengamalan Al Quran. Di sinilah, ujar dia, urgensi kehadiran gerakan yang dia inisiasi.

Berbicara dalam acara Khataman Akbar Nusantara Mengaji se-Kota Bogor sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitul Faizin, Bogor, Jawa Barat, Muhaimin mengatakan, gerakannya ingin menggalang kembali pemahaman dan pengamalan Al Quran itu.

"Dimulai dari (mendorong) intensitas tinggi membaca Al Quran," sebut dia.

Muhaimin menambahkan, kemajuan suatu bangsa tak akan bisa dipisahkan dari kualitas perilaku setiap warganya. Dalam bahasa agama, perilaku itu disebut akhlak.

Peradaban semaju apa pun yang dicapai suatu bangsa, kata Muhaimin, akan rapuh bila tak dilandasi dengan akhlak mulia. Banyak negara disebut maju, ujar dia, tetapi kasus-kasus kriminal juga meningkat pesat karena tekanan stres.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemajuan lahiriah, menurut Muhaimin harus diperkuat dengan spiritualitas dan akhlak. Bagi umat Islam, teladan terbaik akhlak adalah Rasulullah SAW sebagai cerminan utuh dari kandungan ajaran Al Quran.

"Islam, akhlak, dan kemajuan, jangan dipisahkan," tegas Muhaimin.

Muhaimin meminta, generasi muda Muslim untuk kembali menggali dan meneladani sosok Rasulullah SAW. Ini penting, kata dia, mengingat generasi muda milineal punya kecenderungan apatis, egois, dan tidak percaya diri, meski unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X