Kompas.com - 23/01/2017, 09:24 WIB
Koordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono, sedang memaparkan seluk beluk program beasiswa Studeren in Nederland dalam acarca Holland Scholarship Day, Sabtu (21/1/2017), di Erasmus Huis, Jakarta. KOMPAS.com/Adhis Anggiany Putri SiswantoKoordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono, sedang memaparkan seluk beluk program beasiswa Studeren in Nederland dalam acarca Holland Scholarship Day, Sabtu (21/1/2017), di Erasmus Huis, Jakarta.
|
EditorLatief

"Bukan pintar saja, bukan juga harus kurang mampu, atau hanya PNS (Pegawai Negeri Sipil). Lalu, apa tipsnya? Tidak menyerah untuk mencoba," lanjut Inty.

Beda beasiswa, beda syarat

Karena itu, jeli melihat persyaratan dari tiap beasiswa yang ingin dilamar wajib dilakukan. Seperti kata Inty, setiap beasiswa punya karakter berbeda.

Alumnus Erasmus University Rotterdam, Bramandita Resa, misalnya, sempat bercerita tentang pengalamannya saat memilih beasiswa. Resa, begitu dia disapa, memilih mendaftar beasiswa Netherlands Fellowship Programme (NFP) untuk membiayai rencana kuliah S2.

"NFP kan lebih mengutamakan peserta perempuan. Selain itu, jurusan yang saya ambil sejalan dengan program prioritas NFP ketika itu," ucap Resa.

Menurutnya, kesesuaian program studi dan bidang yang jadi prioritas pemberi beasiswa menjadi salah satu penentu penting. Selain itu, lanjut dia, alasan pemilihan program studi pun harus jelas.

Dalam kesempatan sama, Koordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono, turut menekankan pentingnya motivasi pribadi yang sejalan dengan program studi. Dia pun mencontohkan motivasi yang pernah berhasil "menyentuh" pemberi beasiswa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pernah ada seorang penerima besiswa StuNed (Studeren in Nederland) dari Riau. Dia ambil (jurusan) Water Sanitation. Dia bilang di daerahnya akses air bersih masih di bawah 50 persen. Salah satu tujuan utama dia adalah bisa berkontribusi menaikkan angka ini sepulang studi nanti," tutur Indy.

Tak hanya itu, dia mengajak peserta untuk mencari tahu syarat masuk universitas tujuan. Pasalnya, beberapa beasiswa Belanda—seperti StuNed—mengharuskan pendaftar untuk lebih dulu mendapat unconditional Letter of Acceptance (LoA).

"Hari ini adalah waktu tepat untuk bertanya, karena tiap universitas bisa berbeda syaratnya. Tiap bidang studi juga bisa beda, ada yang minta nilai IELTS tinggi, pengalaman kerja, atau portofolio," ujar Indy.

Pameran pendidikan seperti Holland Scholarship Day, menurut Indy, memang dirancang untuk jadi pusat informasi mengenai perkuliahan ke Belanda. Nuffic menyuguhkan sesi seminar untuk beberapa beasiswa dari Pemerintah Belanda, di antaranya StuNed dan Orange Tulip Scholarship (OTS).

KOMPAS.com/Adhis Anggiany Putri Siswanto Pengunjung Holland Scholarship Day 2017 dapat menggali informasi lebih dalam terkait minat studi kepada perwakilan atau alumnus universitas Belanda yang hadir.

Selain itu, perwakilan dari Kemkominfo, Bappenas, dan EU Delegation turut memaparkan beasiswa yang ditawarkan masing-masing lembaga. Sekitar 16 universitas Belanda pun mengirimkan perwakilan atau alumnus untuk memberikan informasi kepada peserta pameran.

"Sudah empat kali diselenggarakan (satu kali setiap tahun), acara seperti ini cukup efektif untuk mengedukasi target pasar kami di Indonesia. Terbukti, jumlah pendaftar beasiswa kian meningkat rata-rata 30 persen tiap tahun. Kualitas pelamar pun semakin baik," ucap Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker pada kesempatan sama.

Sebagai informasi tambahan, pendaftaran beasiswa StuNed untuk program Master dan short course sudah dibuka hingga 1 April 2017. Mulai tahun ini pendaftaran dan pengiriman berkas pun lebih mudah karena dapat dilakukan secara online di situs resmi Nuffic Neso Indonesia.

Siap kerja keras?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.