Ketika Anak Melawan Kita

Kompas.com - 03/02/2017, 06:00 WIB
Jangan membentak anak agar mendapat perhatiannya SHUTTERSTOCKJangan membentak anak agar mendapat perhatiannya
EditorWisnubrata

Banyak orangtua mengeluh soal anak yang tidak patuh, bahkan melawan kepada orangtua. Masalahnya, keluhan jarang menyentuh pada detil substansi masalah.

Para orangtua umumnya hanya melihat masalahnya dari satu sisi, yaitu anak tidak patuh. Kenapa anak tidak patuh, dalam hal apa anak tidak patuh, adalah bagian yang sangat jarang dieksplorasi.

Anak-anak yang patuh adalah harapan orang tua. Sebab utamanya adalah hal itu membuat nyaman. Orangtua cukup mengatakan satu hal sekali, anak menurut. Tidak diperlukan banyak energi untuk melaksanakan sesuatu.

Tapi ingat, ada sisi lain. Anak adalah suatu individu juga, yang secara alami memiliki kehendak dan inisiatif sendiri. Bila anak hanya patuh saja, boleh jadi ia akan tumbuh jadi anak yang tak punya inisiatif dan kemauan.

Peran orangtua dalam pendidikan anak persis sama seperti saat ia mengajari anaknya naik sepeda. Di saat awal, orangtua harus memegangi sepeda anaknya, agar ia tak jatuh. Tapi pada saat yang sama, orangtua harus mendorong inisiatif dan keberanian anak.

Bahkan, anak harus didorong untuk mengambil risiko, mencoba sendiri, meski akibatnya ia jatuh dan terluka. Yang terpenting adalah, pada akhirnya anak harus dilepas untuk mengayuh sepedanya sendiri, menentukan arah jalannya.

Banyak orangtua yang gagal memahami soal yang paling fundamental dalam pendidikan anak itu. Mereka bersikap seperti komandan yang ingin semua perintahnya dipatuhi.

Bahkan saat anak memilih jodoh, sebuah pilihan yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa, orangtua masih ingin bertengger di pundak anaknya, memegang kendali. Orangtua seperti inilah yang banyak mengeluh soal anak yang tak patuh.

Bagi saya, anak tak perlu patuh pada orang tua. Orang tua itu bukan Tuhan, juga bukan nabi. Mereka manusia juga, persis seperti anaknya. Tak patut ada manusia mematuhi manusia lain.

Yang patut kita patuhi adalah nilai-nilai yang mengatur tata cara hidup kita. Nilai itu berupa nilai agama, aturan hukum, tata krama sosial, dan nalar.

Orangtua terikat dan wajib mematuhi nilai-nilai itu. Mendidik anak pada dasarnya adalah mengajak anak untuk patuh pada nilai itu. Ketika anak patuh pada orangtua, pada dasarnya itu adalah bagian dari kepatuhan pada nilai-nilai tadi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X