Reza Nugraha Setiawan
personal branding

Personal Branding and PR practitioner, Graduated from Boston University, Boston, Massachusetts.

"Personal Branding" Vs Pencitraan

Kompas.com - 13/02/2017, 17:55 WIB
THINKSTOCKPHOTOS
EditorWisnubrata

Personal branding dan pencitraan adalah dua hal yang selalu menarik dibicarakan, karena meski keduanya memiliki banyak kesamaan tetapi value yang diberikan berbeda jauh.

Pencitraan biasanya muncul pada pesta politik di seluruh dunia, di mana para politikus dicitrakan atau mencitrakan diri sedemikian rupa guna mendapatkan dukungan bagi kepentingan dan kemenangan mereka. 

Apa sih pencitraan itu? Sebenarnya, pencitraan lebih terkait kepada kegiatan yang dilakukan untuk membentuk citra seseorang sesuai keinginan atau harapan publik guna mendapatkan simpati. Kadang kala usaha ini dilakukan juga untuk menutupi sesuatu yang buruk.

Mudahnya, pencitraan adalah "pembungkusan diri" dengan gambaran yang disukai oleh publik walaupun apa yang diberikan sebagai value kadang tidak jelas atau bahkan cenderung “kosong”.

Oleh karenanya, pencitraan sering dikonotasikan sebagai sebuah upaya sesaat yang tidak berkesinambungan dan tidak akan pernah ada follow up-nya lagi.

Contohnya, bila keinginan publik adalah melihat sosok yang baik, santun, mengutamakan kepentingan orang banyak, maka semua kegiatan orang yang dicitrakan itu dirancang dan dijalankan dengan seksama, menggunakan beragam medium komunikasi agar cocok dengan citra tersebut.

Biasanya kegiatan pencitraan ini hanya berlangsung sesaat, karena tujuannya memang mengubah persepsi orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan personal branding, walau disebutkan di awal memiliki banyak kesamaan dengan pencitraan--yaitu pembentukan kesan kepada publik tentang diri seseorang, tetapi personal branding lebih memfokuskan pada core competencies yang dimiliki.

Yang ditekankan adalah nilai lebih, atau kemampuan, atau hasil pencapaian, yang kemudian dikembangkan untuk membangun sebuah persepsi positif kepada publik dalam membentuk “brand” diri tersebut.

Personal branding biasanya dilakukan secara konsisten dengan jangka waktu yang relatif lebih panjang dibandingkan dengan sebuah pencitraan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.