Membidik SMK, Menanamkan Kesadaran Berinternet Baik

Kompas.com - 17/02/2017, 20:33 WIB
Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional, Ilham Akbar Habibie, bersama Ketua KPTIK, Ir Dedi Yudiant, di Jakarta, Jumat (17/2/2017). Dewan TIK Nasional dan KPTIK akan melakukan pertemuan bulanan dan berdiskusi mengenai perkembangan TIK lewat Warkoptiknas atau Warung Kopi TIK Nasional. M LATIEF/KOMPAS.comKetua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional, Ilham Akbar Habibie, bersama Ketua KPTIK, Ir Dedi Yudiant, di Jakarta, Jumat (17/2/2017). Dewan TIK Nasional dan KPTIK akan melakukan pertemuan bulanan dan berdiskusi mengenai perkembangan TIK lewat Warkoptiknas atau Warung Kopi TIK Nasional.
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak cara dilakukan untuk menyebarkan semangat internet baik pada generasi muda. Untuk menimbulkan kesadaran menggunakan internet baik itu bukan cuma tugas pemerintah, tapi juga kerjasama semua pihak mulai komunitas teknologi, sekolah, siswa dan lain-lainnya.

Salah satu pendekatan digagas oleh Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK) dan Cyberhome lewat program ‘Indonesia Guncang Dunia (IG) 2017’, misalnya. IGD merupakan kompetisi untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa SMK dan komunitas TIK dalam membuat materi sosialisasi, promosi, dan publikasi dalam bidang pemasaran digital.

"Masalah SDM di sektor TIK di Indonesia masih lemah. Jangankan bicara programer, pengenalan soal IT saja masih jauh sekali. Sebagai SDM paling besar, kita perlu menyasar siswa SMK. Untuk itu, kita mulai coba membangkitkan kesadaran internet positif itu lewat mereka," ujar Ketua KPTIK, Ir Dedi Yudiant, ujar sosialisasi 'IGD 2017' di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

IGD akan terdiri dari tiga kompetisi, yaitu kompetisi blog, promosi online dan vlog. Selain memperebutkan hadiah uang dengan total hadiah Rp350 juta, juara favorit kompetisi akan dikirim ke Silicon Valley, Amerika Serikat.

"Temanya akan bicara soal tren cyber home yang berbeda dengan smart home. Cyber home itu untuk tinggal, bekerja, rekreasi dan lain-lainnya karena dilengkapi fasilitas internet mumpuni, sementara smart home hanya untuk tinggal. Jadi, kata kuncinya di kompetisi ini adalah belajar, bekerja, berbisnis, dan rekreasi itu sudah bisa dilakukan dari rumah," ujar Dedi.

Salah satu dewan juri IGD 2017, Ilham Akbar Habibie, menyatakan sangat mendukung kegiatan tersebut. Sebagai Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional, Ilham menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan komunitas TIK yang tergabung dalam KPTIK untuk membuat pertemuan bulanan dan berdiskusi mengenai perkembangan TIK lewat Warkoptiknas atau Warung Kopi TIK Nasional.

"Kami harus selalu tahu dan update situasi industri TIK nasional sehingga perlu saling berkoordinasi dan berdiskusi secara informal dengan teman-teman ahli TIK. Tujuannya agar selalu mendapat informasi terbaru terutama soal tren ekonomi yang berkaitan juga dengan teknologi," ujar putra pertama mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun kompetisi ‘IGD 2017’ dimulai pada 1 Maret 2017 hingga 24 Mei 2017. Penjurian akan dilaksanakan setelah 24 Mei 2017.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X