Samsung Mulai "Persenjatai" Guru

Kompas.com - 01/03/2017, 09:11 WIB
Kanghyun Lee, Vice President Corporate Business and Corporate Affairs PT Samsung Electronics Indonesia, saat memberikan sambutan peresmian program Samsung Learning Center, Dari Samsung untuk Guru Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/2/2017). M LATIEF/KOMPAS.comKanghyun Lee, Vice President Corporate Business and Corporate Affairs PT Samsung Electronics Indonesia, saat memberikan sambutan peresmian program Samsung Learning Center, Dari Samsung untuk Guru Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/2/2017).
Penulis Latief
|
EditorLatief

Hingga akhir 2017 nanti IGI menargetkan bisa memberikan pelatihan sebanyak 500.000 guru dari seluruh Indonesia. Khusus di Samsung Smart Learning Class, lanjut Ramli, pihaknya membidik 23.000 guru dalam setahun ini.

Senjata guru

Satu guru satu inovasi (Sagusanov) atau satu guru satu blog (Sagusablog) itu hanya dua dari 17 kanal pelatihan yang harus dilewatkan para guru di Samsung Smart Learning Class tersebut.

Perlu dicatat, tidak semua guru akan lulus dan mendapat sertifikat dengan mudah dalam pelatihan, karena selama beberapa puluh jam belajar di situ mereka harus bisa membuat satu karya sebagai predikat "lulus" dari pelatihannya. 

"Mereka akan mengikuti 32 jam atau 80 jam pelatihan. Sertifikat tidak kami berikan kalau karyanya tidak ada. Satu guru satu karya, itu intinya," ujar Ramli.

Kanghyun Lee, Vice President Corporate Business and Corporate Affairs PT Samsung Electronics Indonesia mengatakan bahwa upaya ini benar-benar bisa terlaksana setelah bekerjasama dengan para guru di IGI. Dia mengakui, saat ini tidak mungkin semua daerah bisa terjangkau dengan program tersebut.

"Kini dunia pendidikan sudah melahirkan konsep belajar atau kelas berbasis TIK. Untuk itu, kami terbuka untuk semua pihak untuk bekerja sama, karena memang tidak mungkin semua daerah bisa kami capai. Kami hanya membuka jalan." ujar Lee.

Ada 53 tablet cerdas disiapkan oleh Samsung untuk mendorong IGI "mempersenjatai" para guru tersebut. Sebanyak 30 tablet dipakai di dalam kelas, 23 sisanya dibawa IGI untuk berkeliling melatih guru di daerah-daerah pelosok atau pedalaman.

Lewat program 'School Visit', para guru IGI menyambangi guru-guru di daerah yang tidak bisa mengikuti kelas di Makassar. Jika pelatihan di kelas digelar Senin sampai Kamis, perjalanan training of coach ke daerah-daerah itu dilakukan saban Sabtu dan Minggu.

Anshar Syukur, Guru Teknik Komputer dan Jaringan dari SMK Negeri Takalar, mengakui bahwa dia adalah salah satu lulusan program kelas yang kini sudah berani "sombong" bisa memakai tablet di tangannya untuk mengajar apapun sesuai kurikulum sekolah. Sejak dibekali 7 kanal pelatihan oleh IGI - Samsung di Surabaya tahun lalu, Anshar kini menjadi guru yang piawai memakai gadget untuk media ajar.

"Saya tertarik memakai tablet untuk pembelajaran lewat fitur-fitur di dalamnya, misalnya powerpoint atau game. Apalagi di dalamnya ada kids mode yang aman untuk anak-anak," ujar guru yang membuat karya 'Animasi Drawing dengan Komik' dalam pelatihannya ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X