Hasanudin Abdurakhman
Doktor Fisika Terapan

Doktor di bidang fisika terapan dari Tohoku University, Jepang. Pernah bekerja sebagai peneliti di dua universitas di Jepang, kini bekerja sebagai General Manager for Business Development di sebuah perusahaan Jepang di Jakarta.

Yang Menghidupkan Hidup

Kompas.com - 03/03/2017, 06:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorWisnubrata

Ada anak orang kaya. Mereka dari kecil sudah kaya. Sampai besar dan dewasa, mereka tetap kaya. Bahkan tambah kaya. Lalu kita lihat diri kita. Kita tidak kaya sejak kecil. Hidup begini-begini saja, tidak ada perubahan. Kita ditakdirkan untuk hidup seperti ini.

Hidup sepertinya diikat oleh takdir. Kita bukan pengendali hidup kita. Hidup kita ditentukan oleh banyak faktor. Di keluarga mana kita lahir. Siapa saja yang ada di sekitar kita. Dengan siapa saja kita bertemu dan bergaul. Kebetulan apa saja yang pernah kita dapatkan dan menguntungkan kita. Pendek kata, kita ini makhluk tak berdaya dalam lautan takdir.

Benarkah?

Sebenarnya kita perlu melihat hidup dengan lebih lengkap. Ada anak orang kaya, dan tetap kaya, bahkan jadi lebih kaya. Tapi ada banyak juga anak orang kaya yang jatuh miskin semiskin-miskinnya.

Saya pernah menyaksikan sendiri, anak orang kaya, yang harta orang tuanya saya kira tak akan habis untuk beberapa keturunan. Tapi akhirnya saya menyaksikan anak tadi meninggal sebagai orang miskin.

Sebaliknya, ada begitu banyak anak orang miskin yang kemudian menjadi kaya raya. Atau, tadinya anak orang biasa, yang berubah jadi kaya raya.

Mari kita ambil contoh yang sangat terkenal, Bill Gates. Siapa dia? Dia bukan anak orang miskin. Bapaknya pengacara. Tapi orang tuanya bukan orang yang masuk dalam daftar orang terkaya dunia. Bill Gates sendiri yang memasukkan dirinya ke daftar itu.

Sebenarnya ini bukan sekadar soal kaya miskin. Kita sebenarnya tak perlu peduli soal kekayaan Bill Gates, karena juga tak mempengaruhi hidup kita.

Tapi siapa dari kita yang tak pernah bersentuhan dengan produk Microsoft, perusahaan yang didirikan Bill Gates? Ada milyaran penduduk dunia pernah memakainya.

Apa yang membuat Bill Gates menjadi seperti itu? Ada keluarga yang mendidiknya. Ada pula guru-guru dia, teman-teman dia, lingkungannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.