Kompas.com - 03/03/2017, 16:54 WIB
Tak sedikit mahasiswa Indonesia memilih bukan kota-kota besar di Belanda sebagai tujuan studinya, seperti Den Haag, Amsterdam atau Rotterdam. Beberapa mahasiswa, karena pilihan program studi yang diincarnya, harus tinggal jauh dari kota-kota besar itu. M Latief/KOMPAS.comTak sedikit mahasiswa Indonesia memilih bukan kota-kota besar di Belanda sebagai tujuan studinya, seperti Den Haag, Amsterdam atau Rotterdam. Beberapa mahasiswa, karena pilihan program studi yang diincarnya, harus tinggal jauh dari kota-kota besar itu.
Penulis Latief
|
EditorLatief

Salah satu hasil penting dari kunjungan Bussemaker ke Indonesia adalah pembentukan 'Joint Working Group untuk Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan' serta penandatanganan "Horizon 2022".

Belanda dan Indonesia juga menandatangani perjanjian kerjasama di bidang pendidikan vokasi dan pelatihan. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mobilitas siswa dan mempererat kerjasama pendidikan dan penelitian antara Indonesia dan Belanda dengan cara berbagi pengetahuan dan keahlian.

Sementara itu, hal lain yang menjadi sorotan adalah peresmian Erasmus Training Centre di Jakarta. Lembaga ini, untuk mendukung mobilitas siswa, juga berfungsi sebagai wadah pelatihan profesional Indonesia.

"Saya berharap pusat pelatihan ini dapat mewujudkan kontak people to people dan internasionalisasi pendidikan di kedua negara, Indonesia dan Belanda," ujar Bussemaker.

Bicara people to peole dan upaya memfasilitasi mobilitas mahasiswa dari Belanda ke Indonesia juga menjadi poin penting diskusi itu. Menurut Freddy, sekitar 24 persen dari seluruh siswa di Belanda setiap tahunnya mendapatkan pengalaman internasional dengan belajar di luar negeri.

"Ratusan siswa dalam hitungan tersebut mengunjungi Indonesia untuk studi atau magang setiap tahunnya," ujarnya.

Untuk mendorong peningkatan jumlah siswa Belanda datang ke Indonesia dan mendukung perguruan tinggi Indonesia dalam hal internasionalisasi, EP Nuffic melalui kantor perwakilannya di Jakarta (Nuffic Neso Indonesia) saat ini sedang dalam proses mempersiapkan layanan informasi studi di Indonesia. 

"Layanan ini akan kami resmikan di bulan April nanti. Kami berharap dapat menarik lebih banyak siswa di Belanda untuk belajar di Indonesia," jelas Freddy. 

Dia menambahkan, pengalaman internasional sudah menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa Belanda saat ini. Lulusan akan lebih dilirik oleh perusahaan ketika mereka mempunyai pengalaman di luar negeri selama masa studi.

"Pengalaman internasional akan membantu dalam melihat segala sesuatu dari perspektif yang berbeda dan membentuk sikap yang mudah beradaptasi yang dinilai tinggi di pasar tenaga kerja," tambahnya.

Wim bahkan menambahkan pendapat Freddy. Dia mengatakan dalam kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia dirinya menekankan pentingnya siswa dari Belanda dapat studi di Indonesia.

"Karena ada begitu banyak hal dapat kita pelajari satu sama lain. Mobilitas siswa inilah yang memungkinkan hal itu terjadi," ujar Wim.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X