Kompas.com - 21/04/2017, 12:52 WIB
Ningbo University, Tiongkok. http://english.ningbo.gov.cnNingbo University, Tiongkok.
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Beijing Language and Culture Institute (BLCI) akan menyelenggarakan pameran pendidikan China dan Korea ke-24 di Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (22/4/2017) sampai Minggu (23/4/2017). Sehari berikutnya pameran digelar di Hotel Tunjungan, Surabaya.

Pameran pendidikan itu rencananya diikuti sekitar 30 sekolah dan universitas terkemuka dari China dan Korea Selatan, serta diikuti perguruan tinggi Indonesia yang menyelenggarakan program 2+2 dengan dual degree di perguruan tinggi China.

Di antara peserta pameran itu akan hadir Harbin Institute Technology, yang menempati ranking tujuh terbaik dunia di bidang teknik, The Chinese University of Hong Kong di urutan 44 QS world University Ranking, dan perguruan tinggi.

Samuel Wiyono, Direktur Beijing Language and Culture Institute (BLCI), mengatakan bahwa tren terbaru saat ini adalah semakin banyak mahasiswa berangkat studi ke China untuk meraih program gelar, baik S-1 maupun S-2. Kementerian Pendidikan Chhina bahkan melansir bahwa kenaikan jumlah mahasiswa program gelar mencapai 13,6 persen sejak 2015 lalu.

"Sehingga jumlah mahasiswa program gelar saat ini mencapai 47,4 persen dari seluruh mahasiswa asing di China," ujar Samuel, Jumat (21/4/2017).

Saat ini, selain dari Asia Tenggara, mahasiswa asal Korea Selatan dan Amerika Serikat mulai banyak yang memilih studi di China. Sudah ratusan ribu mahasiswa asing kuliah di perguruan-perguruan tinggi negara itu.

"Saat ini jumlah mahasiswa dari berbagai negara yang ada di China sudah mendekati 500 ribu orang. Data terakhir sampai akhir 2016 saja sudah lebih 440 ribu," tutur Samuel.

Sejak 2004 BLCI selalu mengantar pelajar Indonesia yang akan melanjutkan studi ke China.  Namun, Samuel mengaku tak menyangka, dari ratusan ribu mahasiswa yang menimba ilmu di negara itu, yang terbanyak justeru berasal dari Korsel dan AS.

"Mahasiswa Korsel menempati urutan pertama mahasiswa asing terbanyak di China. Disusul pelajar asal AS dan Thailand, sedangkan jumlah mahasiswa Indonesia masuk 10 besar, yakni di urutan ketujuh setelah Rusia," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X