Kompas.com - 15/05/2017, 07:26 WIB
Ilustrasi KBBIIlustrasi
EditorAna Shofiana Syatiri

Menyindir pun bisa jadi merupakan ciri-ciri orang berjiwa kerdil. Tidak berani bicara terus-terang, hanya berani mencolek tanpa menegur. Sebab melalui sindiran baik ironi, sinisme, atau sarkasme, bisa memicu pertengkaran, setidaknya timbul rasa tidak suka.

Siapa penyindir itu?  Beragam. Bisa pimpinan terhadap bawahan, bisa orangtua terhadap anak, bisa guru terhadap murid, bisa senioritas terhadap yunioritas, bisa antara teman, bisa juga antara lawan politik.


Menyindir mem-bully?

Ketiga model sindiran yang diuraikan Gorys Keraf pada dasarnya sama saja, yang membedakan halus kasarnya ujaran yang disampaikan, tetapi akibatnya sama, menyakiti.

Apabila seseorang benar-benar memiliki hobi atau kebiasaan menyindir yang dilakukan terus-menerus yang bertujuan menyakiti baik disadari atau tidak disadari, maka bisa dikategorikan tindakan bullying.

Psikolog Barbara Coloroso (2007) membagi bullying, yaitu

1) Bullying fisik: menikam, menyikut, mencubit, memukul, menggigit, meludah, mendorong.

2) Bullying verbal: mengejek, mengolok-olok, menertawakan, mencemooh, menghina, memfitnah, mencela, menyindir, memberi julukan tertentu, komentar seksual yang tidak tepat, mengancam atau menakut-nakuti.

3) Bullying psikologis/relasional: mengucilkan, mengabaikan, cibiran, tidak diajak dalam kegiatan, dibiarkan sendirian.

4) Cyberbullying, bentuk intimidasi melalui media sosial, dengan menggunakan media facebook, whats app, SMS, dan lainnya. Isinya bisa berupa ancaman, kata-kata kasar/kotor, bahkan mengirim gambar-gambar porno.

Pada poin 2 tentang bullying verbal tercantum kata "menyindir". Dengan demikian seseorang yang hobi menyindir secara terus-menerus berarti ia tengah melakukan bullying! Apakah nyaman kalau orang yang hobi menyindir mendapat julukan pem-bully?

Menurut psikolog Eunike Sri Tyas Suci, "Menyindir tentu bukan perilaku yang sehat. Menyindir dikarenakan adanya kesenjangan antara aspirasi individu dengan kondisi yang dia sindir, dan merasa bahwa aspirasinya lebih benar. Sementara kondisi yang disindir tentu dianggap tidak lebih baik dari dirinya."

Agar hubungan komunikasi tetap baik dengan siapa pun, yuks kurangi menyindir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.