Mendikbud: Tanamkan Kejujuran sejak SD

Kompas.com - 16/05/2017, 18:25 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat ditemui usai menghadiri pembukaan Hari Kebebasan Pers Sedunia, di Jakarta Convention Center, Rabu (3/5/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat ditemui usai menghadiri pembukaan Hari Kebebasan Pers Sedunia, di Jakarta Convention Center, Rabu (3/5/2017).
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS — Ujian sekolah berbasis nasional di jenjang sekolah dasar yang dimulai Senin (15/5) harus menjunjung nilai-nilai kejujuran. Karena itu, guru diminta menanamkan nilai-nilai kejujuran dalam penyelenggaraan ujian sejak usia SD.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat meninjau ujian sekolah berbasis nasional (USBN) di Kota Bengkulu. Muhadjir melihat penyelenggaraan USBN hari pertama yang mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 20 Kota Bengkulu dan SD Negeri 76 Pekansabtu.

"Adik-adik kita di SD ini merupakan bibit-bibit yang harus ditanamkan penguatan karakter. Pada pelaksanaan ujian, prestasi itu penting, tetapi utamakan kejujuran. Oleh sebab itu, saya berharap para guru dapat membantu menanamkan nilai-nilai kejujuran dimulai dari pelaksanaan ujian sekolah ini," ujar Mendikbud.

Pelaksanaan ujian di SD Negeri 20 Kota Bengkulu diikuti 103 siswa kelas VI menggunakan enam ruang kelas. Sementara pelaksanaan ujian di SD Negeri 76 Pekansabtu diikuti oleh 99 siswa menggunakan lima ruang kelas.

"Saya berharap pelaksanaan ujian sekolah ini berjalan lancar tanpa kendala. Tanamkan semangat integritas yang baik kepada anak-anak kita sebagai penerus bangsa," kata Muhadjir.

(Baca juga: Mendikbud Tegaskan Pentingnya Literasi Digital)

Serempak

Tahun ini, 4.124.704 siswa SD di seluruh Indonesia mulai Senin hingga Rabu besok menjalani USBN. Ada tiga mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. "Pemerintah pusat menitipkan 25 persen soal di USBN untuk mengukur kemampuan siswa di seluruh Indonesia guna pemetaan," ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta.

Dalam sebuah kesempatan bertemu dengan guru-guru dan kepala sekolah SMP untuk persiapan ujian nasional beberapa waktu lalu, Muhadjir juga kembali menyerukan agar semua pihak membudayakan kejujuran.

Ia mengancam akan memberikan sanksi pemecatan bagi pelaku kecurangan, baik dalam USBN maupun ujian nasional.

"Mendikbud: Tanamkan Kejujuran sejak SD".

Kompas TV Keterbatasan Komputer, Sekolah Bagi UNBK Jadi 3 Gelombang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X