Kompas.com - 31/07/2017, 11:42 WIB
 Ketua Lembaga Sensor Film Ahmad Yani Basuki beserta jajaran bersama peserta Forum Pelajar Indonesia ke-9 sesaat setelah sosialisasi kebijakan dari Lembaga Sensor Film terkait Self Sensorship. Dok IYF Ketua Lembaga Sensor Film Ahmad Yani Basuki beserta jajaran bersama peserta Forum Pelajar Indonesia ke-9 sesaat setelah sosialisasi kebijakan dari Lembaga Sensor Film terkait Self Sensorship.
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pelajar atau kaum muda memegang peranan penting dalam menentukan masa depan bangsa, terutama dalam menjaga keutuhan dan membangun semangat nasionalisme.

Namun, perpecahan yang dilatari oleh kepentingan politik dan isu SARA akhir-akhir ini telah melemahkan sendi-sendi bangsa. Dampak yang dikhawatirkan adalah pengaruhnya bagi generasi muda, terlebih dengan paparan arus informasi yang begitu deras dengan konten yang bebas beredar.

Berlatar persoalan itulah Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia (FOR) ke-9 tema "Sinergi Pelajar untuk Indonesia". Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, acara tersebut dilaksanakan pada 23-27 Juli 2017 di Jakarta.

Direktur Eksekutif  Indonesian Student Youth Forum (ISYF) ISYF, Dinnur Garista W, mengatakan FOR digelar untuk mempersiapkan generasi muda memahami empat pilar kebangsaan, yaitu menjadi seorang generasi yang berintegritas, nasionalis, mandiri dan dapat menjadi tokoh perubahan.

"Kami ingin generasi muda dapat bersinergi dengan para pemangku kebijakan untuk membangun Indonesia yang aman, damai dan tenteram dalam keberagaman," kata Dinnur, Sabtu, (29/7/2017).

Dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, kegiatan ini diikuti oleh pelajar tingkat SMA. Forum ini membuka ruang untuk saling berdiskusi dan berbagi pengalaman di antara para pelajar, terutama untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan dan integritas mereka.

Selain dengan Kementerian Kesehatan, kegiatan ini juga melibatkan berbagai lembaga pemerintahan, pusat pengembangan film, Lembaga Sensor Film, perusahaan BUMN dan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Proses registrasi dan penjurian sudah kami lakukan sejak Februari 2017 lalu. Tahun ini salah satu persyaratannya adalah membuat tiga essay dan video berdurasi maksimal satu menit dengan tema Bangga Menjadi Indonesia yang Beragam," tutur Dinnur.

Muhammad Rizal, pelajar SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, mengatakan bahwa krisis nasionalisme menjadi permasalahan utama bagi pemuda perbatasan di Sebatik. Beberapa alasannya adalah penggunaan ringgit dalam transaksi sehari-hari serta impor barang dari Malaysia.

"Melalui forum ini saya berharap bisa membantu memberikan informasi yang saya dapatkan di Jakarta kepada teman-teman di Sebatik yang masih minim informasi, khususnya mengenai identitas. Saya juga ingin meningkatkan kesadaran akan identitas bangsa kepada teman-teman di Sebatik," ujar Rizal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.