Benarkah Bahasa Mempengaruhi Perilaku Keluarga? - Kompas.com

Benarkah Bahasa Mempengaruhi Perilaku Keluarga?

Kompas.com - 10/08/2017, 12:49 WIB
Murid tingkat XII melakukan pidato dengan Bahasa Jawa saat mengikuti ujian praktek muatan lokal Bahasa Jawa di SMA 17, Jalan Tentara Pelajar, Yogyakarta, Senin (4/3/2013). Hasil dari ujian tersebut akan menjadi salah satu penentu kelulusan mereka.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Murid tingkat XII melakukan pidato dengan Bahasa Jawa saat mengikuti ujian praktek muatan lokal Bahasa Jawa di SMA 17, Jalan Tentara Pelajar, Yogyakarta, Senin (4/3/2013). Hasil dari ujian tersebut akan menjadi salah satu penentu kelulusan mereka.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sifat dan sikap individu saat berinteraksi dengan orang lain mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Karena itu, kebiasaan dan nilai-nilai baik perlu dipupuk sejak dini dari lingkungan terdekat, yakni keluarga.

Penggunaan bahasa daerah ternyata juga berpengaruh pada sikap dan perilaku masyarakat. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana penduduknya pada umumnya menggunakan Bahasa Jawa, misalnya.

Peneliti sekaligus Pamong Belajar Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Yogyakarta, Yohanes Lilik Subiyanto, mengatakan nilai budi bahasa dalam berkomunikasi dalam keluarga bisa terlihat.

"Ada baiknya Bahasa Jawa masih digunakan, tanpa harus bicara etnosentrisme atau kesukuan," kata Lilik saat ditemui di kantornya, Rabu (9/08/2017).

Lilik pun menjelaskan pengalaman pertemuannya dengan ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Yogyakarta. Para ibu bercerita tentang pengalamannya di dalam keluarga.

Para ibu, kata dia, merasa beruntung anak-anaknya tumbuh dan belajar di Yogyakarta. Sebab, Bahasa Jawa masih bisa menjadipengendali diri dan perilaku. Anak-anak masih terbiasa berbahasa Jawa kromo (halus) pada orangtua.

"Saya menyayangkan jika Bahasa Jawa tidak lagi digunakan oleh masyarakat Jogja," ujar Lilik.

Menurut dia, seseorang yang menggunakan Bahasa Jawa kromo, meskipun dalam keadaan marah, pasti tidak mencetuskan makian. Sehingga, bahasa mampu mengendalikan sikap dan perilaku orang yang sedang dalam situasi tidak baik.

Lilik mengakui pemakaian Bahasa Jawa kromo mulai berkurang. Saat ini, sebagian keluarga lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia.

"Saya tidak berbicara bahwa Bahasa Jawa lebih baik digunakan sehari-hari. Tapi faktanya, bahasa juga memberikan pengaturan sosial pada orang. Sehingga, dia berperilaku seperti yang diharapkan," kata Lilik yang juga berlatar belakang Ilmu Religi dan Budaya dari Universitas Sanata Dharma.

Selain bahasa, perilaku yang dibiasakan dalam keluarga di rumah juga membentuk karakter seseorang. Lilik mengamati, kegiatan-kegiatan domestik yang sebenarnya biasa dilakukan di rumah oleh anggota keluarga, mulai ditinggalkan.

"Pekerjaan biasa seperti menyapu, mengepel, mencuci, itu kan sebenarnya biasa karena rumah kita milik kita. Tapi saya lihat ketika anak melakukannya hal itu jadi istimewa. Termasuk misalnya berkebun bersama, lalu di share di sosmed seakan jadi suatu yang khusus. Menurut saya ini menjadi sesuatu yang berubah," ujar Lilik.


EditorKurniasih Budi
Komentar

Terkini Lainnya

Kesbangpol DKI Minta Ormas Binaannya Tak Sebarkan Surat Edaran Minta THR ke Instansi Pemerintah dan Swasta

Kesbangpol DKI Minta Ormas Binaannya Tak Sebarkan Surat Edaran Minta THR ke Instansi Pemerintah dan Swasta

Megapolitan
Ruas Tol Brebes Timur-Pemalang Siap Beroperasi Saat Mudik, Gratis

Ruas Tol Brebes Timur-Pemalang Siap Beroperasi Saat Mudik, Gratis

Regional
Salaman, Maling Jengkol 20 Kg dengan Pemilik Kebun Berdamai

Salaman, Maling Jengkol 20 Kg dengan Pemilik Kebun Berdamai

Regional
Wartawan: Kami Tak Punya Cara untuk Memverifikasi secara Independen

Wartawan: Kami Tak Punya Cara untuk Memverifikasi secara Independen

Internasional
Pemerintah Diminta Hati-hati Rumuskan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme

Pemerintah Diminta Hati-hati Rumuskan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme

Nasional
Wali Kota: Pak Jokowi Tanya Pelabuhan Sibolga, Saya Jawab 'Sudah 75 Persen'

Wali Kota: Pak Jokowi Tanya Pelabuhan Sibolga, Saya Jawab 'Sudah 75 Persen'

Regional
Akses Jalan Sempit Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran 40 Rumah di Bidara Cina

Akses Jalan Sempit Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran 40 Rumah di Bidara Cina

Megapolitan
Kebakaran di Bidara Cina Diduga dari Ledakan Tabung Gas Saat Sahur

Kebakaran di Bidara Cina Diduga dari Ledakan Tabung Gas Saat Sahur

Megapolitan
Polda Sulbar Gilas Ribuan Botol Miras dan Narkotika Hasil Razia di Bulan Ramadhan

Polda Sulbar Gilas Ribuan Botol Miras dan Narkotika Hasil Razia di Bulan Ramadhan

Regional
Sekolah Diobrak Abrik Maling, 4 Unit Laptop dan 1 Unit LCD Raib Dicuri

Sekolah Diobrak Abrik Maling, 4 Unit Laptop dan 1 Unit LCD Raib Dicuri

Regional
Belasan Peluru Ditemukan di Setu Mangga Bolong Jagakarsa

Belasan Peluru Ditemukan di Setu Mangga Bolong Jagakarsa

Megapolitan
Jemparingan Mataraman, Adu Memanah Ala Prajurit Keraton Sambil Ngabuburit

Jemparingan Mataraman, Adu Memanah Ala Prajurit Keraton Sambil Ngabuburit

Regional
40 Rumah Terbakar di Bidara Cina Saat Waktu Sahur, 3 Orang Terluka

40 Rumah Terbakar di Bidara Cina Saat Waktu Sahur, 3 Orang Terluka

Megapolitan
Implementasi UU Antiterorisme Diminta Patuhi Kewajiban HAM Internasional

Implementasi UU Antiterorisme Diminta Patuhi Kewajiban HAM Internasional

Nasional
Kisah Final Piala Thomas 1970, Sumbangan Rp 50 hingga Berkerumun di Depan TV Tetangga

Kisah Final Piala Thomas 1970, Sumbangan Rp 50 hingga Berkerumun di Depan TV Tetangga

Nasional
Close Ads X