Di Luar Sekolah, Kenapa Tak Ajak Anak Ikut "Summer Camp"? - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Citibank

Di Luar Sekolah, Kenapa Tak Ajak Anak Ikut "Summer Camp"?

Kompas.com - 11/12/2017, 15:59 WIB
Ilustrasi Summer CampThinkstock Ilustrasi Summer Camp

KOMPAS.com – Pada masa globalisasi seperti sekarang ini, tantangan orangtua dalam memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya semakin besar.

Tak hanya sebatas pendidikan formal yang dikejar, orangtua saat ini harus lebih terbuka dengan memberikan pendidikan lainnya di luar sekolah.

Hal ini tentu saja untuk menunjang pembelajaran di sekolah serta menstimulus anak untuk lebih mengasah bakat dan minatnya di bidang tertentu.

Pendidikan nonformal yang bisa diikuti, seperti lembaga kursus, sanggar, lembaga pelatihan, dan bahkan kegiatan summer camp dapat dijadikan pilihan.

Dari contoh di atas, mungkin kegiatan summer camp adalah kegiatan yang saat ini banyak diminati oleh pelajar. Summer camp atau summer course merupakan kegiatan yang biasanya diadakan oleh lembaga pendidikan di kebanyakan negara Barat pada musim panas.

Selain negara Barat, beberapa negara di Asia juga mengadakan kegiatan ini, tak terkecuali Indonesia.

Pada summer camp, tak hanya pelajaran umum yang bisa dipelajari oleh anak-anak, tetapi juga mendalami tema yang dipilih, di samping menjadi tempat bersosialisasi dengan peserta lainnya.

Selain itu, summer camp juga acap dijadikan tempat untuk mengembangkan bakat dan minat anak. Misalnya anak Anda menyukai dunia kreatif, seperti bidang perfilman dan fashion. Tentu Anda bisa mendaftarkan buah hati untuk mengikuti summer camp dengan tema tersebut.

Melansir Uloop.com, Selasa (31/10/2017), saat ini sudah banyak lembaga pendidikan yang membuka kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuannya di dunia kreatif melalui summer camp.

Salah satunya adalah program Fashion Summer Camp yang diadakan oleh beberapa institusi ternama, seperti Parsons School of Design dan Fashion Institute of Technology, di Amerika Serikat. Kemudian untuk dunia perfilman, Anda bisa melirik program New York Film Academy.

Saat ini, summer camp pada bidang perfilman juga sedang digemari oleh para pelajar.iStockphoto Saat ini, summer camp pada bidang perfilman juga sedang digemari oleh para pelajar.
Bukan tak mungkin setelah anak Anda mendapatkan pengalaman di summer camp yang diikuti, hasrat untuk meneruskan studi di perguruan tinggi tersebut semakin besar.

Namun, tentu ada kekhawatiran yang melanda terkait dengan faktor finansial yang akan dihadapi oleh orangtua. Terlebih lagi, summer camp di perguruan tinggi yang anak Anda minati merupakan universitas terbaik, dan biaya yang dikenakan bisa membuat mata terbelalak karena saking mahalnya.

Contohnya summer camp di New York Film Academy, para peserta harus merogoh kocek sekitar 6.000 dollar AS atau sekitar Rp 80 juta untuk 8 minggu pelatihan. Biaya tersebut belum termasuk untuk visa, penerbangan, dan biaya tak terduga lainnya.

Mengatur investasi dana pendidikan

Untuk mengatasi kekagetan itu, maka solusi yang harus Anda lakukan adalah merencanakan keuangan pendidikan anak sejak dini.

Seperti diketahui, setiap tahunnya dana pendidikan selalu mengalami peningkatan. Data terkini Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kenaikan biaya pendidikan 10-20 persen per tahunnya.

Ditambah lagi dengan laju inflasi yang kian meningkat. Tercatat sampai Oktober 2017, laju inflasi tahun kalender 2017 ini sudah mencapai 3,58 persen year on year.

Seperti yang telah diwartakan Kompas.com, Selasa (2/10/2017), biaya pendidikan menjadi penyumbang terbesar inflasi, terutama pada September 2017 sebesar 0,08 persen.

Baca: Biaya Pendidikan jadi Penyumbang Terbesar Inflasi September 2017

Oleh karena itu, para orantua baiknya lebih memperhatikan faktor-faktor di atas dan mulai untuk berpikir jauh ke depan untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi si buah hati.

Salah satu solusi yang bisa Anda jalankan adalah melakukan investasi yang tepat. Ada beberapa produk investasi yang bisa Anda pilih untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Misalnya, deposito, asuransi pendidikan, reksa dana, tabungan pendidikan berjangka, dan obligasi.

Salah satu cara untuk menghadapi biaya pendidikan yang semakin mahal adalah dengan investasi depositoeskaylim / Thinkstock Salah satu cara untuk menghadapi biaya pendidikan yang semakin mahal adalah dengan investasi deposito

Selain memilih produk investasi yang tepat, Anda juga harus memilih layanan yang terus memberikan solusi finansial untuk Anda. Dengan begitu, tak hanya memudahkan transaksi, produk tersebut juga dapat membuat Anda mencapai aspirasi yang Anda inginkan. Misalnya, layanan Citigold dari Citi Indonesia.

Citigold dengan konsep “Citigold on Your Terms”-nya menyediakan layanan perbankan untuk manajemen kekayaan Anda. Produk-produk yang tersedia di Citigold dirancang secara spesifik untuk memenuhi aspirasi dan preferensi nasabah.

Dalam hal ini, misalnya, Anda ingin menyiapkan dana untuk pendidikan anak pada masa mendatang. Tak perlu pusing untuk menentukan jenis investasi apa yang tepat.

Cukup sampaikan tujuan finansial yang diharapkan (apa pun itu) kepada dedicated relationship manager khusus untuk Anda. Setelahnya, mereka akan memberikan saran serta menentukan portofolio investasi yang sesuai dengan tujuan tersebut.

Ilustrasi pergerakan harga sahamthikstockphotos Ilustrasi pergerakan harga saham
Selain itu, Citigold juga berorientasi global dan digital sehingga memudahkan Anda dalam bertransaksi hanya dengan segenggam ponsel pintar di mana saja Anda berada.

Dengan layanan kemudahan yang diberikan seperti ini, tentu impian untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak bukan lagi sekadar impian. Bahkan anak Anda bisa terus mencanangkan cita-citanya setinggi apa pun. Kesuksesan di masa mendatang pun siap menanti.

Jadi, summer camp di universitas mana yang akan diikuti oleh anak Anda?

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDimas Wahyu
Komentar

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional