Mendikbud Jelaskan Ketiadaan Pelajaran Teknologi Informasi di Sekolah

Kompas.com - 20/03/2018, 18:39 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (tengah), President Samsung Electronics Indonesia Jae Hoon Kwon (orang kedua sebelah kanan Pak Menteri), Vice President Samsung Electronics Indonesia Kang Hyun Lee (orang kedua sebelah kiri Pak Menteri), bersama perwakilan dari SMA Pangudi Luhur Jakarta,  Brawijaya Smart School Malang, SMA Plus Negeri 17 Palembang, dan SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar saat Launching Samsung Smart Learning Class di Jakarta, Selasa(20/3/2018). Mikhael Gewati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (tengah), President Samsung Electronics Indonesia Jae Hoon Kwon (orang kedua sebelah kanan Pak Menteri), Vice President Samsung Electronics Indonesia Kang Hyun Lee (orang kedua sebelah kiri Pak Menteri), bersama perwakilan dari SMA Pangudi Luhur Jakarta, Brawijaya Smart School Malang, SMA Plus Negeri 17 Palembang, dan SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar saat Launching Samsung Smart Learning Class di Jakarta, Selasa(20/3/2018).
|

Tablet tersebut sudah pula dipasangi e-learning mata pelajaran bidang matematika dan sains yang dilengkapi beragam ilustrasi sehingga menarik dan mudah dipahami. Terdapat juga aplikasi perpustakaan digital dan bimbingan belajar online.

Untuk keamanan data dan perlindungan terhadap serangan malware, tablet akan dilindungi platform Samsung KNOX. Lewat platform ini, sekolah pun bisa mengatur perangkat tablet agar sesuai dengan visi kelas digitalnya.

President Samsung Electronics Indonesia Jae Hoon Kwon yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa SSLC ada untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam membangun generasi muda yang mandiri dan berkarakter. Dengan demikian, mereka diharapkan bisa mencapai impian di masa depan.

Sementara itu, Vice President Samsung Electronics Indonesia Kang Hyun Lee yang hadir pula dalam acara itu menyatakan, pemanfaatan teknologi di kelas bisa membuat proses belajar dan mengajar jadi lebih menarik.

Ini karena guru dapat menyampaikan materi dengan lebih interaktif, serta menciptakan konten yang lebih menarik sehingga memudahkan anak didik memahami materi pelajaran.

"Samsung berkomitmen untuk berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia. SSLC ini merupakan wujud komitmen kami untuk kemajuan edukasi di Indonesia," ujar dia.

Dari informasi yang kami peroleh, selain di SMA Pangudi Luhur Jakarta, SSLC hadir pula di Brawijaya Smart School Malang, SMA Plus Negeri 17 Palembang, dan SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.