Ingat, Penilaian SBMPTN 2018 Memakai Sistem Baru! - Kompas.com

Ingat, Penilaian SBMPTN 2018 Memakai Sistem Baru!

Kompas.com - 17/04/2018, 20:15 WIB
Pelaksanaan Simulasi SBMPTN 2017 kolaborasi Loop dan Gramedia di Yogyakarta. Loop dan Gramedia Pelaksanaan Simulasi SBMPTN 2017 kolaborasi Loop dan Gramedia di Yogyakarta.

Kompas.com - Pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2018 sudah dikeluarkan pemerintah Selasa (17/8/2018) sore tadi. Bagi yang belum lulus tidak perlu risau, karena masih ada alternatif lain untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), yaitu melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).

Namun, ada yang perlu diperhatikan mengingat SBMPTN tahun ini memiliki sistem penilaian berbeda dari tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pokja SBMPTN 2018 Prof Budi Prasetyo Widyobroto.

Sistem lama SBMPTN menggunakan penilaian skor empat bila benar, minus satu kalau salah, dan yang tidak mengerjakan akan mendapat nilai nol. Pada sistem penilaian SBMPTN terbaru ini peserta yang mengerjakan benar akan mendapatkan skor 1, dan bila salah atau tidak mengerjakan akan mendapatkan skor nol.  

Tahap penilaian SBMPTN yang baru pun disederhanakan dari tiga tahap menjadi dua tahap. Tahap pertama seluruh jawaban peserta akan diproses. Adapun tahapan kedua menggunakan teori 'response butir'.

Teori response butir digunakan untuk menganalisis karakteristik setiap soal. Soal dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu mudah, sedang, dan sulit.

Karakteristik soal yang didapatkan pada tahap kedua kemudian digunakan untuk menghitung skor peserta. Setiap peserta dapat menjawab soal dengan sama benar, akan tetapi pada akhirnya belum tentu memiliki hasil skor sama, sebab hal itu tergantung jenis soal yang dikerjakan.

Namun, pada akhirnya, melalui pesan singkatnya Budi menyampaikan kepada peserta SBMPTN untuk tidak khawatir mengenai perubahan sistem penilaian tersebut. Dia menyampaikan agar para peserta lebih banyak belajar dan mempersiapkan diri dengan berlatih mengerjakan soal-soal SBMPTN.

Simulasi sistem baru

Selaras dengan hal itu, Loop dan Gramedia berkolaborasi untuk membantu peserta SBMPTN  agar lebih siap menghadapi ujian ini dengan sistem penilaian terbaru.

Ditemui terpisah, General Manager Marketing Youth and Community Product Marketing Telkomsel, Ahmad Saiful Huda menyampaikan bahwa Loop dan Gramedia bekerjasama membuat sebuah Simulasi SBMPTN menggunakan sistem penilaian SBMPTN terbaru, yakni skor 1 untuk pengerjaan benar dan nilai nol bila salah dan tidak mengerjakan. 

Simulasi SBMPTN 2018 ini diharapkan tidak hanya membantu siswa kelas XII SMA/SMK yang sudah lulus, namun juga siswa yang masih duduk di kelas XI SMA.

Loop bersama Gramedia sendiri rencananya akan kembali menggelar simulasi SBMPTN. Penyelenggaraan tahun lalu tergolong sukses setelah mendapat sambutan luar biasa dari peserta yang merasa sangat terbantu mempersiapkan SBMPTN 2017. 

Simulasi tersebut rencananya akan diselenggarakan di 22 kota, mulai Aceh, Medan, Pekanbaru, sampai Makasar, hingga Jayapura.

Pendaftaran simulasi ini sudah berlangsung sejak Maret 2018 lalu. Peserta yang sudah lulus SMA/SMK pun diperkenankan mendaftarkan diri dan ikut uji kemampuan mengerjakan soal-soal SBMPTN.

"Melalui simulasi ini kami berharap para calon mahasiswa dapat lebih percaya diri menghadapi SBMPTN dan berhasil masuk ke perguruan tinggi favoritnya," kata Ahmad.

Cara mendaftar untuk mengikuti simulasi ini cukup mudah. Registrasi dapat dilakukan secara online melalui portal loop.co.id/sbmptn-2018/registration. Pembayaran pun dapat dilakukan dengan cara transfer.

Setiap peserta yang mendaftar akan langsung diberikan Buku Soal Ujian SBMPTN u (Saintek & Soshum, serta Paket Data Loop 3 GB yang akan dibagikan pada hari pelaksanaan simulasi, Sabtu (21/4/2018).


Komentar

Terkini Lainnya

Kesbangpol DKI Minta Ormas Binaannya Tak Sebarkan Surat Edaran Minta THR ke Instansi Pemerintah dan Swasta

Kesbangpol DKI Minta Ormas Binaannya Tak Sebarkan Surat Edaran Minta THR ke Instansi Pemerintah dan Swasta

Megapolitan
Ruas Tol Brebes Timur-Pemalang Siap Beroperasi Saat Mudik, Gratis

Ruas Tol Brebes Timur-Pemalang Siap Beroperasi Saat Mudik, Gratis

Regional
Salaman, Maling Jengkol 20 Kg dengan Pemilik Kebun Berdamai

Salaman, Maling Jengkol 20 Kg dengan Pemilik Kebun Berdamai

Regional
Wartawan: 'Kami Tak Punya Cara untuk Memverifikasi secara Independen'

Wartawan: "Kami Tak Punya Cara untuk Memverifikasi secara Independen"

Internasional
Pemerintah Diminta Hati-hati Rumuskan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme

Pemerintah Diminta Hati-hati Rumuskan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme

Nasional
Wali Kota: Pak Jokowi Tanya Pelabuhan Sibolga, Saya Jawab 'Sudah 75 Persen'

Wali Kota: Pak Jokowi Tanya Pelabuhan Sibolga, Saya Jawab 'Sudah 75 Persen'

Regional
Akses Jalan Sempit Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran 40 Rumah di Bidara Cina

Akses Jalan Sempit Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran 40 Rumah di Bidara Cina

Megapolitan
Kebakaran di Bidara Cina Diduga dari Ledakan Tabung Gas Saat Sahur

Kebakaran di Bidara Cina Diduga dari Ledakan Tabung Gas Saat Sahur

Megapolitan
Polda Sulbar Gilas Ribuan Botol Miras dan Narkotika Hasil Razia di Bulan Ramadhan

Polda Sulbar Gilas Ribuan Botol Miras dan Narkotika Hasil Razia di Bulan Ramadhan

Regional
Sekolah Diobrak Abrik Maling, 4 Unit Laptop dan 1 Unit LCD Raib Dicuri

Sekolah Diobrak Abrik Maling, 4 Unit Laptop dan 1 Unit LCD Raib Dicuri

Regional
Belasan Peluru Ditemukan di Setu Mangga Bolong Jagakarsa

Belasan Peluru Ditemukan di Setu Mangga Bolong Jagakarsa

Megapolitan
Jemparingan Mataraman, Adu Memanah Ala Prajurit Keraton Sambil Ngabuburit

Jemparingan Mataraman, Adu Memanah Ala Prajurit Keraton Sambil Ngabuburit

Regional
40 Rumah Terbakar di Bidara Cina Saat Waktu Sahur, 3 Orang Terluka

40 Rumah Terbakar di Bidara Cina Saat Waktu Sahur, 3 Orang Terluka

Megapolitan
Implementasi UU Antiterorisme Diminta Patuhi Kewajiban HAM Internasional

Implementasi UU Antiterorisme Diminta Patuhi Kewajiban HAM Internasional

Nasional
Kisah Final Piala Thomas 1970, Sumbangan Rp 50 hingga Berkerumun di Depan TV Tetangga

Kisah Final Piala Thomas 1970, Sumbangan Rp 50 hingga Berkerumun di Depan TV Tetangga

Nasional
Close Ads X