Serfitikat Hasil UN Kini Gunakan Penanda Digital - Kompas.com

Serfitikat Hasil UN Kini Gunakan Penanda Digital

Kompas.com - 02/05/2018, 08:28 WIB
Serfitikat Hasil Ujian Nasional kini tidak membutuhkan tandatangan basah dan sudah menggunakan pengaman barcode.Kemdikbud.ri Serfitikat Hasil Ujian Nasional kini tidak membutuhkan tandatangan basah dan sudah menggunakan pengaman barcode.

KOMPAS.com - Mulai tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengganti Surat Keterangan Lulus Ujian Nasional dengan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). SHUN ini tidak lagi membutuhkan cap tanda tangan basah. 

SHUN akan menggunakan 'barcode' atau kode batang sebagai tanda digital (digital signature).

'Barcode' pada SHUN ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melacak keaslian yang sudah terdata dalam sistem milik Kemendikbud. Setiap 'barcode' dapat dipindai di laman milik Kemendikbud di http://shun.puspendik.kemdikbud.go.id.

Perubahan dari tanda tangan ke sistem 'barcode' ini dibuat untuk meminimalisir pemalsuan hasil UN. Sistem kode batang dianggap sulit dimanipulasi karena terekam dalam sistem terpusat yang dapat dilacak dan dicek oleh siapapun. 

SHUN dapat dilihat secara online menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Dalam SHUN, pada bagian tengah ke bawah sertifikat terdapat daftar mata pelajaran yang diujikan dan hasil UN yang diperoleh siswa. 

Selain hasil UN, sertifikat ini juga bakal mencantumkan metode pelaksanaan UN yakni berbasis komputer atau kertas dan pensil.

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menyampaikan meski tidak lagi membutuhkan tanda tangan basah oleh siswa SHUN dengan sistem 'barcode' telah dianggap sah untuk dicetak dan digunakan mendaftar kerja atau perguruan tinggi. 


Terkini Lainnya

Menaker Soroti Angka Pengangguran yang Masih Tinggi di Depok

Menaker Soroti Angka Pengangguran yang Masih Tinggi di Depok

Megapolitan
Menteri Jonan: Perpres Mobil Listrik Segera Keluar

Menteri Jonan: Perpres Mobil Listrik Segera Keluar

Regional
Rangkaian Fakta Kematian Sariman yang Tergilas Mesin Giling di Bekasi

Rangkaian Fakta Kematian Sariman yang Tergilas Mesin Giling di Bekasi

Megapolitan
BERITA POPULER JABODETABEK: Bentrokan di Tanah Abang, Surat BTP dari Penjara, hingga 800 STNK Diblokir

BERITA POPULER JABODETABEK: Bentrokan di Tanah Abang, Surat BTP dari Penjara, hingga 800 STNK Diblokir

Megapolitan
Joget Prabowo dan Pijatan Sandi di Forum Debat Dinilai Tak Etis

Joget Prabowo dan Pijatan Sandi di Forum Debat Dinilai Tak Etis

Nasional
Ada Fenomena 'Supermoon', BMKG Peringatkan Pasang Air Laut di Sejumlah Daerah

Ada Fenomena "Supermoon", BMKG Peringatkan Pasang Air Laut di Sejumlah Daerah

Regional
Amnesty: Isu HAM Hanya Jadi Kepentingan Elektoral Kedua Pasangan Capres-Cawapres

Amnesty: Isu HAM Hanya Jadi Kepentingan Elektoral Kedua Pasangan Capres-Cawapres

Nasional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

Megapolitan
Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional

Close Ads X