Kisah 'Matilda' dan Pendidikan 'Zaman Now' ala HighScope Bintaro

Kompas.com - 06/05/2018, 19:37 WIB
Para siswa Sekolah HighScope Indonesia Bintaro (SHIB) mengadakan pementasan drama musikal Matilda (28/5/2018). Dok. Sekolah HighScope Indonesia Bintaro Para siswa Sekolah HighScope Indonesia Bintaro (SHIB) mengadakan pementasan drama musikal Matilda (28/5/2018).

KOMPAS.com - Siapa tidak kenal kisah 'Matilda' karya Roald Dahl? Kisah ini bercerita tentang Matilda, anak jenius yang tidak pernah mendapat perhatian orangtuanya.

Orangtuanya tidak pernah tahu kalau Matilda yang belum genap berusia lima tahun itu sudah melalap buku-buku karya penulis terkenal seperti Charles Dickens, Ernest Hemingway, dan Rudyard Kpling. 

Bahkan acara keluarga Matilda hanya dihabiskan dengan menonton acara TV. 

Hal ini menjadi sindiran kuat, di zaman yang sudah sangat canggih sekarang ini orang-orang akan lebih memilih televisi dan gawai (gadget) dibanding buku. Gadget dan televisi nampak lebih banyak memberi kesenangan daripada buku. Beberapa orangtua akan lebih memilih gadget untuk ‘mendiamkan’ dan ‘menenangkan’ anak-anak daripada memberikan buku.

Matilda akhirnya dikirim ke sekolah dengan kepala sekolah yang digambarkan sangar, kejam, kaku, dan tidak suka dengan anak-anak, Ms. Trunchbull. Sebuah satir akan pola pendidikan 'tempo dulu' yang tentunya tidak lagi sesuai diterapkan bagi generasi milenial.

Baca juga: Membangun Karakter Bangsa Dalam Konteks Budaya Lokal

Syukurlah, Matilda mendapat guru yang sangat baik dan penyayang anak-anak, Ms. Honey. Sebuah figur pendidik yang menggunakan 'hati' dalam mendampingi siswa.

Kisah Matilda inilah yang kemudian dipilih oleh Sekolah HighScope Indonesia Bintaro (SHI-Bintaro) dalam  drama musikal yang digelar pekan lalu (28/4/2018).

Kesan ruang kepala sekolah yang menyeramkan dengan furnitur kayu berwarna cokelat gelap menjadi seting suasana yang tergambar di atas panggung pementasan drama musikal bertajuk 'Matilda the Musical' dipentaskan di Hotel Aviary Bintaro dalam acara “A Dinner Show Charity Event 2018”.

Setidaknya 48 siswa terlibat dalam produksi drama musikal.

"Melalui drama musikal ini, siswa-siswi yang terlibat dalam kegiatan ini juga memiliki kesempatan untuk melatih kemampuan mereka dalam berkomunikasi, berkolaborasi, serta beradaptasi. Semua merupakan soft skills yang dikembangkan di Sekolah Highscope Indonesia," jelas Noniel Donan guru Bahasa Inggris yang juga bertindak sebagai sutradara dalam pementasan ini. 

Para siswa Sekolah HighScope Indonesia Bintaro (SHIB) mengadakan pementasan drama musikal Matilda (28/5/2018).Dok. Sekolah HighScope Indonesia Bintaro Para siswa Sekolah HighScope Indonesia Bintaro (SHIB) mengadakan pementasan drama musikal Matilda (28/5/2018).

Diawali dengan jamuan malam, pementasan ini berhasil memikat sedikitnya 200 penonton yang hadir. Selama 2 jam, penonton terbawa oleh adegan-adegan yang menggugah perasaan termasuk lewat lagu-lagu yang dibawakan secara apik. 

Bukan sekadar pementasan drama, kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari kegiatan amal yang puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2018 mendatang.

"Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat yang membutuhkan dengan memanfaatkan potensi dan talenta yang dimiliki untuk menggalang dana," kata Sagita ketua panitia acara.

"Kerja keras yang dilakukan siswa dan guru selama kurang lebih 6 bulan mempersiapkan pementasan ini membuahkan hasil menggembirakan. Bukan hanya dilihat dari dana yang berhasil digalang untuk kegiatan amal tapi juga dari kesempatan yang dimiliki anak-anak untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka melalui kegiatan yang positif," tambah Nadia salah satu direksi SHI-Bintaro.



Terkini Lainnya

Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei Mohon Perlindungan ke LPSK

Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei Mohon Perlindungan ke LPSK

Megapolitan
Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

Internasional
Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Nasional
Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Nasional
Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Megapolitan
Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Regional
Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Nasional
Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Megapolitan
Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

Internasional
MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

Nasional
Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Regional
Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

Megapolitan
Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Regional

Close Ads X