Menoreh Kembali Budaya Tulis

Kompas.com - 08/05/2018, 19:31 WIB
Gelar wicara bertajuk Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis mengupas manfaat menulis tangan dan kaitannya dengan upaya meningkatkan kompetensi anak. Dok. SiDuGelar wicara bertajuk Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis mengupas manfaat menulis tangan dan kaitannya dengan upaya meningkatkan kompetensi anak.

KOMPAS.com - Jika dihadapkan pada pilihan menulis dengan tangan atau dengan papan ketik gadget/komputer, bisa jadi menulis dengan tangan menjadi pilihan terakhir.

Padahal, menurut Karin James, psikolog dari India University yang banyak meneliti perkembangan otak anak usia dini menyampaikan menulis dengan tangan bisa meningkatkan kemampuan kritis.

Menulis memerlukan pola pikir, pengamatan, dan introspeksi. Menulis dengan tangan juga bisa menjadi latihan yang baik untuk introspeksi.

Pada tahun 2012, James dan rekannya Laura Engelhardt mempublikasikan hasil studinya bahwa anak yang belajar menulis huruf akan mengenali huruf lebih baik dan memiliki kemampuan membaca lebih baik.

Baca juga: https: Membangun Karakter Bangsa Dalam Konteks Budaya Lokal

Saat anak belajar menulis ada bagian otak tertentu yang aktif. Area otak itu sama dengan bagian yang aktif saat orang dewasa membaca.

Berangkat dari hal ini, Sinar Dunia (SiDu) hari ini (8/5) menggelar seminar bertajuk "Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis" di Jakarta.

Salah satu pembicara Nurman Siagian pengamat pendidikan dari dari Wahana Visi Indonesia menyampaikan keprihatinan kompetensi anak Indonesia yang masih berada di belakang negara-negara lainnya.

“Hasil survei tiga tahunan dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukanIndonesia masih menduduki peringkat 60 dari 72 negara,” papar Nurman.

Ia menambahkan, isu kompetensi ini berkaitan erat pula dengan melemahnya tradisi menulis di Indonesia seiring pesatnya perkembangan gawai. Padahal, menulis di buku tulis memiliki banyak manfaat karena mengasah berbagai keterampilan seperti berpikir kritis, daya ingat, dan motorik.

“Kegiatan menulis mendukung anak untuk menguasai huruf dan fonemik, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan kemampuan anak menangkap pelajaran," sambung Nurman.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X