'Anak Hukum', Ini 3 Tips Febby supaya Kamu Lulus 'Cum Laude' - Kompas.com

'Anak Hukum', Ini 3 Tips Febby supaya Kamu Lulus 'Cum Laude'

Kompas.com - 14/05/2018, 21:17 WIB
Belajar hukum bukan menghafal pasal melainkan memahami pola pikir hukum itu sendiri, menurut Febby Rastanty.(Dok. Pribadi/Instagram) Belajar hukum bukan menghafal pasal melainkan memahami pola pikir hukum itu sendiri, menurut Febby Rastanty.

KOMPAS.com - Dunia akting tidak membuat artis Febby Rastanty meremehkan arti pendidikan.

Febby baru saja lulus sebagai sarjana hukum di Universitas Indonesia. Tidak tanggung-tanggung hanya dalam waktu 3,5 tahun, ia berhasil lulus dengan predikat cum laude. 

Disela-sela acara kampanye 'Beasiswa untuk Negeri' yang diadakan dua perusahaan teknologi pendidikan Quipper dan Bahaso (14/5/20018), kepada Kompas.com Febby membagikan beberapa tips kepada mahasiswa program studi hukum untuk bisa lulus dengan berprestasi;

1. Konsisten dalam belajar

"Semangat belajar harus konstan. Jangan naik turun," ujar lulusan SMA 70 Jakarta ini. Banyak yang belajar mengikuti mood. Kalau malas tidak belajar, kalau pas rajin baru belajar, semangat itu yang harus dipupuk dan harus dijaga.

Konsistensi dalam belajar inilah yang menurut Febby menjadi kunci suksesnya meraihnya gear cum laude.

2. Belajar sebagai prioritas utama

Ia menggambarkan disela-sela kesibukannya syuting atau nyanyi, ia selalu menyempatkan diri untuk belajar.

"Syuting atau kemanapun aku pergi, belajar selalu menjadi prioritas utamaku," tambahnya. Laptop, buku atau tugas itu adalah hal yang selalu kemanapun ia bawa.

Baca juga: Membuka Akses Literasi Pembelajaran Digital

 

3. Tidak menyia-nyiakan kesempatan

Dengan jujur Febby mengakui kalau ia baru diterima UI setelah mengikuti tes kedua kalinya. "Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan," tegasnya.

Ia merasa memiliki tanggungjawab moral bahwa mungkin ada ribuan calon mahasiwa lain yang punya semangat besar namun kurang beruntung diterima di perguruan tinggi negeri. 

"Malu kalau aku tidak memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin," katanya.

4. Belajar hukum bukan hafalan

"Banyak yang bilang belajar hukum berat harus menghafal banyak pasal. Sebenarnya tidak seperti itu," ujarnya.

Namun menurutnya hal itu bukan yang utama. Yang terpenting adalah memahami pola pikir hukum itu sendiri. Apa maksud dan hukum itu dibuat, mengerti latar belakang pasal-pasal tersebut. Jadi tantangan terbesarnya adalah belajar 'hukum'nya dan bukan 'pasal'nya, jelasnya.

Merasa puas dengan nilai akademis di jenjang sarjana, Febby Rastanty tertarik untuk melanjutkan kuliah hukumnya jenjang strata dua meski belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

 



Close Ads X