Era Kolaborasi Bukan Kompetisi

Kompas.com - 15/05/2018, 21:54 WIB
Mahasiswa arsitektur Podomoro University berkolaborasi dengan mahasiswa ASEAN lain dalam ajang LDD di Bangkok, Thailand (30/4 ? 4/5/2018) Dok. Pribadi Jeremia PasaribuMahasiswa arsitektur Podomoro University berkolaborasi dengan mahasiswa ASEAN lain dalam ajang LDD di Bangkok, Thailand (30/4 ? 4/5/2018)

KOMPAS.com - Salah satu mahasiswa Podomoro University jurusan Arsitek angkatan 2015, Jeremia Pasaribu terpilih menjadi peserta Live Design Discourse (LDD) di Bangkok, Thailand, pada tanggal 30 April sampai 4 Mei 2018 yang lalu.

LDD adalah sebuah lokakarya (workshop) arsitektur yang diselenggarakan dalam agenda "4 Nations Meeting" oleh asosiasi arsitek dari 4 negara; Thailand (ASA), Malaysia (PAM), Singapura (SIA) dan Indonesia (IAI ).  

Di dalam menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan AFTA (ASEAN Free Trade Area), LDD menawarkan workshop dengan konsep kolaborasi dan bukan kompetisi. 

Hal ini tentunya menjadi sebuah angin segar untuk membuka kultur baru dalam era perdangan bebas. Bila  AFTA dan MEA memberi kesan persaingan dan kompetisi bagaimana memenangi persaingan antar negara ASEAN, LDD justru memberikan perspektif baru untuk melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk berkolaborasi.

LDD kali ini merupakan LDD ke-4 setelah sebelumnya dilaksanakan di Kuala Lumpur, Singapura dan Surabaya.

Baca juga: Profesi QS Sepi Peminat Ramai Permintaan

Ada 4 kelompok mahasiswa yang menjadi peserta. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang dari negara berbeda. Jerry berada di kelompok 4 bersama dengan Tzu Yin Ho (Singapura), Watcharapohon Chimruang (Thailand), Hai P’ng Teow (Malaysia).

LDD ke-4 ini mengangkat tema “The Bangkok Dock Company”.

"The Bangkok Dock Company" adalah galangan kapal di daerah Wat Yanwa Bangkok yang menghadap ke sungai Chao Phraya. Galangan kapal ini dibangun tahun 1865 oleh kapten Inggris John Bush.

Angkatan Laut Thailand mengakuisisi galangan kapal ini sejak 1957. Seiring berjalannya waktu, aktivitas galangan kapal ini semakin berkurang. Di sekeliling galangan bermunculan kios-kios dan pertokoan.

Bahkan sekarang galangan tersebut lebih banyak digunakan sebagai pasar lengkap dengan aktivitas hiburan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X