Mereka yang Menyebar Buku hingga ke Pelosok Negeri... - Kompas.com

Mereka yang Menyebar Buku hingga ke Pelosok Negeri...

Kompas.com - 17/05/2018, 09:41 WIB
Relawan Komunitas 1001buku tengah melakukan proses penyortiran dan packing buku-buku donasi untuk kemudian didistribusi ke ratusan taman baca di IndonesiaDok. Komunitas 1001buku Relawan Komunitas 1001buku tengah melakukan proses penyortiran dan packing buku-buku donasi untuk kemudian didistribusi ke ratusan taman baca di Indonesia
KOMPAS.com -  Buku adalah jendela dunia. Pepatah ini sudah melegenda, untuk menggambarkan betapa buku bisa membuat kita menjadi "kaya".

Di Hari Buku Nasional yang diperingati pada hari ini, 17 Mei, kisah yang dibagikan Komunitas 1001buku bisa menjadi inspirasi.

Ada mereka yang dengan semangatnya mengumpulkan buku untuk disebarkan ke seluruh pelosok negeri.

Menilik sejarahnya, Komunitas 1001buku didirikan di Jakarta pada Mei 2002.

Organisasi nirlaba ini bergerak di bidang literasi dan membangun jaringan relawan serta pengelola perpustakaan atau taman bacaan anak. 

Baca juga: Charity Open Trip, Serunya Jalan-jalan Sambil Donasi Buku!

Komunitas 1001buku lahir dari keprihatinan Upik Djalins, Ida Sitompul, dan Santi Soekanto, melihat terbatasnya akses buku berkualitas untuk sebagian besar anak di Indonesia.

Awalnya, mereka menggalang donasi buku melalui maliling list alias milis.

Belasan tahun berjalan, kini sudah berdiri 650 taman baca di bawah jaringan Komunitas 1001buku yang tersebar di penjuru Nusantara.

Donasi buku

 
Buku-buku yang dikelola Komunitas 1001buku berasal dari donasi. Selanjutnya, buku-buku yang didapatkan akan disortir untuk memilih yang layak diberikan kepada jaringan taman baca.

Banyak kisah menarik dari para relawan ini saat mendistribusikannya ke daerah-daerah. Pengalaman ini juga membuka mata bahwa semangat baca ada di seluruh penjuru negeri. 

 
"Mendapatkan buku sama saja kami mendapatkan harta karun yang luar biasa. Mendapatkan buku bacaan anak-anak adalah sesuatu yang sangat sangat luar biasa, apalagi ketika mendapat respons positif ketika buku-buku tersebut sudah sampai ke taman baca yang dituju. Lelah sudah terbayar lunas. Ini pengalaman indah," kata Agustina Paramawati, yang biasa disapa Tina, salah satu relawan 1001buku, saat dihubungi Kompas.com , Minggu (13/5/2018).


Tina mengatakan, gerakan yang dilakukan Komunitas 1001buku mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Wujudnya, melalui kebijakan pengiriman buku gratis pada tanggal 17 setiap bulan melalui PT Pos Indonesia (Persero).

Ketua II Relawan 1001buku Rizal Arryadi mengatakan, masing-masing taman bacaan memiliki misi sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya. 

Relawan Komunitas 1001buku tengah melakukan proses penyortiran dan packing buku-buku donasi untuk kemudian didistribusi ke ratusan taman baca di IndonesiaDok. Komunitas 1001buku Relawan Komunitas 1001buku tengah melakukan proses penyortiran dan packing buku-buku donasi untuk kemudian didistribusi ke ratusan taman baca di Indonesia
"Ada taman baca yang melalui buku mencoba mengedukasi masyarakat yang selalu terjerat rentenir, ada taman baca yang melalui buku menyebarkan perdamaian ke anak-anak di tempat-tempat rawan konflik dan penuh ujaran kebencian, ada taman baca yang dengan literasi membuat ibu-ibu rumah tangga dapat menghidupi keluarganya, ada taman baca yang rajin berkeliling pulau-pulau kecil dengan box yang berganti, dan lain-lain," kisah Rizal.

Baca juga: Peringati Hari Buku Sedunia, Kopral Bagyo Bagi-bagi Buku Gratis untuk Warga

"Mempelajari bagaimana trik mereka berjuang saja sudah membuat kita semangat untuk men-support mereka dari kota besar," lanjut dia.

 
Perjuangan para relawan tak berhenti sampai di situ.

Mereka juga melakukan survei untuk mengetahui taman baca yang tidak bisa dilalui dengan menggunakan kendaraan bermotor. 

 
"Teman-teman yang lain, saat survei bisa mendapati taman baca yang ada jauuuh di gunung. Di tengah hutan yang hanya bisa dilalui jalan kaki berjam-jam. Ke pulau yang harus melalui 12 jam naik perahu," kata Rizal.

Ia mengatakan, kegigihan para relawan 1001buku menembus segala keterbatasan karena mereka punya keinginan yang sama: menjangkau puluhan ribu anak Indonesia yang seharusnya bisa mendapatkan akses buku yang sama.

 
"Cuma ngomporin supaya kita mengirimkan buku dengan 'hati' lebih banyak lagi. Tidak perlu terdengar kencang dengan seribu seremoni, tetapi menjangkau puluhan ribu anak yang seharusnya berhak untuk memiliki minat baca yang baik," ujar Rizal.

Dan hingga kini, ratusan ribu buku telah terdistribusi. Membawa anak-anak di pelosok negeri "melihat dunia".

Kompas TV Simak dalam Sapa Indonesia Akhir Pekan berikut ini.


Komentar

Terkini Lainnya

Kesbangpol DKI Minta Ormas Binaannya Tak Sebarkan Surat Edaran Minta THR ke Instansi Pemerintah dan Swasta

Kesbangpol DKI Minta Ormas Binaannya Tak Sebarkan Surat Edaran Minta THR ke Instansi Pemerintah dan Swasta

Megapolitan
Ruas Tol Brebes Timur-Pemalang Siap Beroperasi Saat Mudik, Gratis

Ruas Tol Brebes Timur-Pemalang Siap Beroperasi Saat Mudik, Gratis

Regional
Salaman, Maling Jengkol 20 Kg dengan Pemilik Kebun Berdamai

Salaman, Maling Jengkol 20 Kg dengan Pemilik Kebun Berdamai

Regional
Wartawan: Kami Tak Punya Cara untuk Memverifikasi secara Independen

Wartawan: Kami Tak Punya Cara untuk Memverifikasi secara Independen

Internasional
Pemerintah Diminta Hati-hati Rumuskan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme

Pemerintah Diminta Hati-hati Rumuskan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme

Nasional
Wali Kota: Pak Jokowi Tanya Pelabuhan Sibolga, Saya Jawab 'Sudah 75 Persen'

Wali Kota: Pak Jokowi Tanya Pelabuhan Sibolga, Saya Jawab 'Sudah 75 Persen'

Regional
Akses Jalan Sempit Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran 40 Rumah di Bidara Cina

Akses Jalan Sempit Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran 40 Rumah di Bidara Cina

Megapolitan
Kebakaran di Bidara Cina Diduga dari Ledakan Tabung Gas Saat Sahur

Kebakaran di Bidara Cina Diduga dari Ledakan Tabung Gas Saat Sahur

Megapolitan
Polda Sulbar Gilas Ribuan Botol Miras dan Narkotika Hasil Razia di Bulan Ramadhan

Polda Sulbar Gilas Ribuan Botol Miras dan Narkotika Hasil Razia di Bulan Ramadhan

Regional
Sekolah Diobrak Abrik Maling, 4 Unit Laptop dan 1 Unit LCD Raib Dicuri

Sekolah Diobrak Abrik Maling, 4 Unit Laptop dan 1 Unit LCD Raib Dicuri

Regional
Belasan Peluru Ditemukan di Setu Mangga Bolong Jagakarsa

Belasan Peluru Ditemukan di Setu Mangga Bolong Jagakarsa

Megapolitan
Jemparingan Mataraman, Adu Memanah Ala Prajurit Keraton Sambil Ngabuburit

Jemparingan Mataraman, Adu Memanah Ala Prajurit Keraton Sambil Ngabuburit

Regional
40 Rumah Terbakar di Bidara Cina Saat Waktu Sahur, 3 Orang Terluka

40 Rumah Terbakar di Bidara Cina Saat Waktu Sahur, 3 Orang Terluka

Megapolitan
Implementasi UU Antiterorisme Diminta Patuhi Kewajiban HAM Internasional

Implementasi UU Antiterorisme Diminta Patuhi Kewajiban HAM Internasional

Nasional
Kisah Final Piala Thomas 1970, Sumbangan Rp 50 hingga Berkerumun di Depan TV Tetangga

Kisah Final Piala Thomas 1970, Sumbangan Rp 50 hingga Berkerumun di Depan TV Tetangga

Nasional
Close Ads X