Ini Prosedur PPDB SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat

Kompas.com - 30/05/2018, 09:49 WIB
Ilustrasi PPDB RONY ARIYANTO NUGROHOIlustrasi PPDB
  • Satu pilihan sekolah
  • PMG, WPS jika tidak diterima, dapat daftar kembali ke jalur NHUN
  • KETM jika tidak diterima karena kuota, disalurkan ke sekolah terdekat lainnya yang kuota KETM-nya belum terpenuhi.

Jalur Prestasi dengan ketentuan sekolah yakni:

  • Satu pilihan sekolah, bebas
  • Jika tidak diterima, dapat daftar kembali ke jalur NHUN

Jalur NHUN dengan ketentuan sekolah yakni:

  • Dua pilihan sekolah, bebas
  • Jika tidak lolos pada seleksi tahap 1 di pilihan 1 diseleksi tahap 2 di pilihan 2 otomatis oleh sistem.

Alur PPDB SMA (Jalur KETM, PMG+ABK, WPS, Prestasi) sebagai berikut:

1. Calon peserta didik (CPD) membawa dokumen dan persyaratan PPDB
2. CPD memilih sekolah pilihan jalur KETM, PMG, WPS, ABK, Prestasi hanya 1 pilihan jalur prestasi melalui uji kompetensi.
3. CPD melakukan pendaftaran dan menyerahkan berkas persyaratan di sekolah pilihan
4. Verifikasi berkas pendaftaran
5. Entri data CPD oleh operator sekolah pilihan atau cabang dinas
6. Rekap data pada web PPDB Jabar 2018
7. Pengumuman hasil seleksi
8. Penetapan peserta didik melalui SK Kepala Sekolah
9. Daftar ulang

Alur PPDB SMA (Jalur NHUN):

1. CPD membawa dokumen dan persyaratan PPDB
2. CPD memilih sekolah pilihan ke-1 dan ke-2
3. CPD melakukan pendaftaran dan menyerahkan berkas persyaratan di sekolah pilihan ke-1
4. Verfikasi berkas pendaftaran
5. Entri data CPD oleh operatur sekolah pilihan atau cabang dinas
6. Seleksi rekap data pada web PPDB Jabar 2018
7. Pengumuman hasil seleksi
(Jika tidak diterima di pilihan 1, diseleksi sistem di pilihan 2).
8. Penetapan peserta didik melalui SK kepala sekolah
9. Daftar ulang

Berikut Jalur, Kuota, Seleksi SMA PPDB Tahun Pelajaran 2018/2019:

1. Jalur KETM:

  • Jumlah sekolah pilihan sebanyak satu sekolah
  • Kuota dalam provinsi sebanyak 20% dari 90%
  • Seleksi utama meliputi jarak, verifikasi dokumen SKTM/KIP/KIS/KIS, kunjungan (jika diperlukan)
  • Jika peringkat sama, maka akan diperingkat dua tahap berdasarkan:
    Tahap 1, usia saat pendaftaran. Jika masih sama akan diseleksi menurut tahap 2, yaitu jumlah dokumen yang dimiliki.
  • Jika tidak lolos maka disalurkan ke sekolah terdekat lainnya negeri/swasta yang belum memenuhi kuota 20%.

2. Jalur PMG dan ABK:

  • Jumlah sekolah pilihan sebanyak satu sekolah
  • Kuota dalam provinsi sebanyak 5% dari 90%
  • Seleksi utama meliputi jarak, verifikasi dokumen PMG (Surat ket.kepsek, SK tugas mengajar/membimbing/membina, sertifikat pendidik, SK pengangkatan amal). Untuk ABK: Jarak, verifikasi dokumen, hasil assesment.
  • Jika diperingkat sama maka akan diperingkat dua tahap:
    Tahap 1, usia pada saat pendaftaran. Jika masih sama, akan diseleksi menurut tahap 2 yaitu masa kerja orangtua.
  • Jika tidak lolos maka akan disalurkan ke pendaftaran jalur NHUN.

3. Jalur WPS:

  • Jumlah sekolah pilihan sebanyak satu sekolah
  • Kuota dalam provinsi sebanyak 10% dari 90%
  • Seleksi utama meliputi jarak domisili dan verifikasi KK
  • Jika diperingkat sama maka akan diperingkat dua tahap, yaitu, tahap 1 usia, dan tahap 2 yaitu lama menetap (pada KK)
  • Jika tidak lolos maka akan disalurkan ke pendaftaran Jalur NHUN

4. Jalur Prestasi:

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X