5 SMP Swasta Kota Tangerang dengan Nilai UN Tertinggi

Kompas.com - 04/06/2018, 14:55 WIB
Ilustrasi. UNBK SMP Tahun 2018 SMP Mutiara Bangsa Cipondoh.Dok. Dinas Pendidikan Kota Tangerang Ilustrasi. UNBK SMP Tahun 2018 SMP Mutiara Bangsa Cipondoh.

KOMPAS.com - Hasil Ujian Nasional ( UN) jenjang Sekolah Menengah Pertama ( SMP) telah diumumkan tanggal 25 Mei 2018. 

Berdasarkan data yang diperoleh Kompas.com dari beberapa SMP di provinsi Banten yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten, berikut daftar 5 SMP dengan nilai UN tertinggi di Kota Tangerang berdasarkan jumlah nilai rata-rata UN tahun pelajaran 2017/2018 untuk kategori Sekolah Swasta:

1. SMP Kristen Penabur Tangerang dengan rerata nilai UN 80.92

2. SMP Strada Santa Maria 1 dengan rerata nilai UN 78.03

3. SMP Pilar Bangsa dengan rerata nilai UN 76.50

4. SMP Dian Harapan dengan rerata nilai UN 76.06

5. SMP Harapan Bangsa dengan rerata nilai UN 73.81

Nilai rerata UN setiap sekolah diperoleh dari rata-rata 4 mata pelajaran yang diujikan dalam UN SMP 2018 yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

SMP Kristen Penabur Tangerang meraih rerata nilai terbaik untuk 3 mata pelajaran dalam UN yakni; Bahasa Indonesia dengan rerata nilai UN 84.35, Matematika 81.20, dan IPA 75.40. Sedangkan nilai rerata Bahasa Inggris tertinggi Kota Tangerang diraih SMP Dian Harapan dengan nilai 85.47.

Hasil tersebut merupakan hasil UN SMP dengan rerata nilai tertinggi dan tidak secara langsung menunjukan pemeringkatan atau ranking sekolah di Kota Tangerang.

Baca juga: SMP Negeri dengan Hasil UN Tertinggi di Kota Tangerang

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hasil UN ini akan digunakan untuk tindak lanjut pembenahan terhadap proses pembelajaran di sekolah seperti disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Bogor, Jawa Barat, (30/5).  

“Bukan nilai bagus yang ditindaklanjuti, tetapi yang jelek. Dilihat mata pelajaran apa, gurunya siapa. Gurunya yang dipanggil untuk di-treat (diberikan pelatihan),” jelas Mendikbud ketika memberikan pengarahan di hadapan ratusan guru SMA/SMK peserta Pendidikan dan Pelatihan Sertifikasi Pendidik dan Keterampilan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bisnis dan Pariwisata (PPPPTK Bispar), Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang), Totok Suprayitno mengatakan ada berbagai faktor yang memengaruhi nilai ujian di suatu daerah.

“Kami tidak menyajikan mana daerah tertinggi skornya, sikapi bahwa ada faktor-faktor kondisional lokal yang ikut berpengaruh,” disampaikan Totok pada konferensi pers di kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (28/5).

Tujuan utama dilaksanakannya UN adalah sebagai pemetaan kualitas pendidikan dan mengukur Indeks Integritas dalam mengerjakan ujian. 

Dengan adanya pemetaan hasil UN, perhatian pemerintah justru tertuju kepada daerah atau sekolah-sekolah di Indonesia yang nilainya masih rendah, supaya dapat dilakukan perbaikan mutu, baik dari sisi guru maupun siswanya, tambahnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya



Close Ads X