VIDEO: "Surat Wali Kelas" bagi Orangtua Galau Jelang Bagi Rapor

Kompas.com - 05/06/2018, 21:19 WIB
Video Surat dari Wali Kelas kreasi SMA 3 Xaverius Palembang Dok. SMA 3 Xaverius PalembangVideo Surat dari Wali Kelas kreasi SMA 3 Xaverius Palembang

KOMPAS.com - "Biarkan ulat-ulat itu memecahkan kepompongnya sendiri agar sayap sayap mereka siap mengepak di udara. Jangan coba pecahkan kepompong mereka. Jika itu yang dilakukan, mereka tidak akan sanggup terbang karena tidak cukup kuat sayap mereka karena tidak terlatih."

Demikian ungkapan Andreas Toni, guru mata pelajaran Sosiologi SMA Xaverius 3 Palembang yang membuat video "Surat dari Wali Kelas". 

"Saya melihat sudah terjadi pergeseran nilai tentang cara memaknai pendidikan. Banyak orang tua hanya mengejar nilai angka bukan cara dan proses mendapatkannya," jelas Toni saat dihubungi Kompas.com mengenai alasan membuat video ini.

Menurutnya, banyak anak dibebani target yang bukan menjadi keutamaan bakat yang harus dikembangkan dalam diri anak. 

Banyak orangtua membuat ukuran dirinya dipakai untuk anak-anak mereka, tambah Toni.

Apakah masih terjadi generasi milenial saat ini?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Masih dan sangat banyak. Lihat saja, menjamurnya les private merupakan indikasi orangtua masih memaksa anak mengejar prestasi. Les privat bukan dijadikan cara mengembangkan kemampuan anak melainkan dipakai sebagai alat "memaksa" anak untuk bisa memperoleh nilai tinggi," jelas Toni yang sudah 18 tahun menjalani panggilan sebagai guru.

Baca juga: VIDEO: Stigma Namun Tetap Mencintai Keberagaman Indonesia

Seharusnya kembangkan bakat anak yang menonjol bukan memaksakan pelajaran yang bukan menjadi kompentensinya. 

Tetapi hal ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah ttg beban belajar yg terkesan dipaksakan untuk dikuasai.

Toni menambahkan hal ini tentu saja perlu mendapat dukungan dari pemerintah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.