10 SMP Kota Tangsel dengan Nilai UN Bahasa Indonesia Tertinggi

Kompas.com - 08/06/2018, 18:13 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam memajukan pendidikan. Hal itu disampaikan Muhadjir saat meninjau UNBK SMP di Cirebon, Rabu (18/4/2018).Dok. BKLM Kemendikbud Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam memajukan pendidikan. Hal itu disampaikan Muhadjir saat meninjau UNBK SMP di Cirebon, Rabu (18/4/2018).

KOMPAS.com - Hasil Ujian Nasional (UN) jenjang Sekolah Menengah Pertama ( SMP) telah diumumkan tanggal 25 Mei 2018. 

Berdasarkan data yang diperoleh Kompas.com dari beberapa SMP di provinsi Banten yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten, berikut daftar 10 SMP Negeri dan Swasta dengan nilai rata-rata UN mata pelajaran Bahasa Indonesia tertinggi di Kota Tangerang Selatan ( Tangsel) tahun ajaran 2017/2018:

1. SMP Santa Ursula BSD dengan nilai 87.95

2. SMP Kristen Penabur Bintaro Jaya dengan nilai 86.60

3. SMP Budi Mulia 2 Bintaro dengan nilai 85.53

4. SMP Anderson School dengan nilai 85.42

5. SMP Mutiara Harapan dengan nilai 84.88

6. SMP Sinar Cindekia dengan nilai 84.86

7. SMP Islam Terpadu Insan Harapan dengan nilai 84.65

8. SMP Islam Terpadu Aulady dengan nilai 84.64

9. SMP Negeri 4 Tangerang Selatan dengan nilai 84.61

10. SMP Al Zahra Indonesia dengan nilai 84.41

Baca juga: 5 SMP Swasta Kota Tangsel dengan Nilai UN Tertinggi

Hasil tersebut merupakan hasil UN SMP dengan rerata nilai tertinggi Bahasa Indonesia dan tidak secara langsung menunjukan pemeringkatan atau ranking sekolah di Kota Tangerang Selatan.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), hasil UN ini akan digunakan untuk tindak lanjut pembenahan terhadap proses pembelajaran di sekolah seperti disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Bogor, Jawa Barat, (30/5/2018).  

“Bukan nilai bagus yang ditindaklanjuti, tetapi yang jelek. Dilihat mata pelajaran apa, gurunya siapa. Gurunya yang dipanggil untuk di-treat (diberikan pelatihan),” jelas Mendikbud ketika memberikan pengarahan di hadapan ratusan guru SMA/SMK peserta Pendidikan dan Pelatihan Sertifikasi Pendidik dan Keterampilan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bisnis dan Pariwisata (PPPPTK Bispar), Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang), Totok Suprayitno mengatakan ada berbagai faktor yang memengaruhi nilai ujian di suatu daerah.

“Kami tidak menyajikan mana daerah tertinggi skornya, sikapi bahwa ada faktor-faktor kondisional lokal yang ikut berpengaruh,” disampaikan Totok pada konferensi pers di kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (28/5).

Tujuan utama dilaksanakannya UN adalah sebagai pemetaan kualitas pendidikan dan mengukur Indeks Integritas dalam mengerjakan ujian.

Dengan adanya pemetaan hasil UN, perhatian pemerintah justru tertuju kepada daerah atau sekolah-sekolah di Indonesia yang nilainya masih rendah, supaya dapat dilakukan perbaikan mutu, baik dari sisi guru maupun siswanya, tambahnya.




Close Ads X