Konsep "Cangkang Kerang" Antar Tim ITS Raih Penghargaan SDC Amerika - Kompas.com

Konsep "Cangkang Kerang" Antar Tim ITS Raih Penghargaan SDC Amerika

Kompas.com - 12/06/2018, 21:59 WIB
ITS Raih Penghargaan Kompetisi di AmerikaDok. ITS ITS Raih Penghargaan Kompetisi di Amerika

KOMPAS.com - Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil meraih penghargaan dalam gelaran Acoustical Society of America Student Design Competition (SDC) 2018 di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat

Tim ITS yang diberi nama Prasojo terdiri dari 3 mahasiwa yakni Hasan Busri, Nafiah Salsabila, dan Deny Nur Fauzan.

Pada kompetisi kali ini setiap tim ditantang untuk mendesain bangunan pemerintahan di Amerika yakni pengadilan dan community hall. Hasan Busri selaku ketua tim mengakui bahwa tantangan dalam mendesain yaitu ketika harus menyatukan dua jenis fungsi tersebut ke dalam satu bangunan.

“Ada tantangan akustik jika disatukan dalam satu gedung. Ditambah lagi kondisi sekitar gedung yang bising karena dikelilingi oleh rel kereta, kantor pemadam kebakaran, kantor polisi dan jalan raya,” kata mahasiswa jurusan arsitektur seperti dikutip dari laman resmi berita ITS.  

Namun, Hasan dan tim berhasil memukau juri dengan konsep "The Shells Biomorphic Architecture".

Konsep ini memiliki keunggulan yaitu berupa konsep arsitektur alam dengan bentuk seperti cangkang kerang. Bangunan ini rencananya akan dibangun di tengah – tengah kolam.

“Keunikannya yaitu terletak pada bentuknya yang seperti cangkang mampu menahan kebisingan dari luar. Sementara kolam disekitar gedung berfungsi sebagai peredam getaran kendaraan di sekitar,” jelas mahasiswa tingkat akhir tersebut.

Tim Prasojo yang terdiri dari (dari kiri ke kanan) Deny, Nafiah, dan Hasan.Dok. ITS Tim Prasojo yang terdiri dari (dari kiri ke kanan) Deny, Nafiah, dan Hasan.

Pengadilan dan community hall tetap berada dalam satu gedung dengan celah udara sebagai pemisah. Penyisipan ruang antar dinding ini berguna untuk menghambat kebisingan yang bersumber dari satu ruangan ke ruangan lain. “Ini dibuktikan dengan simulasi sound flow,” terangnya.

Sementara itu, di bagian luar gedung dilengkapi dengan mechanical and electrical (ME) yang berfungsi sebagai peredam kebisingan dan panas yang dihasilkan.

Untuk ruang Community Hall Acoustic Control tidak hanya digunakan sebagai ruang pidato, namun juga untuk pertunjukkan musik. Sehingga membutuhkan spesifikasi akustik yg berbeda. “Cara mengontrolnya dengan mengendalikan perubahan volume ruangan dan daya serap material ruangan,” ujar alumni Sampoerna Academy ini.

Selain itu ventilasi, kebisingan dan pengatur pencahayaan dilengkapi dengan sensor untuk mengatur besar bukaan. Hal ini untuk menyesuaikan pencahayaan dan udara yang masuk ke ruangan.

Walaupun ini merupakan kali pertama bagi dirinya dan tim, namun adanya kemauan yang kuat mampu mengantarkan mereka meraih juara. “Kita tidak pernah tau kemampuan kita sebelum kita menyelesaikannya, jadi mulai aja dulu. Di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan,” tandasnya.

Konsulat Amerika Serikat di Surabaya juga turut memberikan apresiasi atas prestasi tim ITS ini melalui akun twitter resmi mereka. "Selamat! Kami ikut bangga. Kami tunggu berbagi kisah #dikonjenAS. RT :


Komentar
Close Ads X