Mahasiswa ITB Kolaborasikan Epos Ramayana dan Fashion Etnik Futuristik - Kompas.com

Mahasiswa ITB Kolaborasikan Epos Ramayana dan Fashion Etnik Futuristik

Kompas.com - 13/06/2018, 22:12 WIB
Mahasiswa ITB mengenalkan Epos Ramayana melalui busana etnik futuristik dalam Pameran Karya Tugas Akhir (6/6/2018)Dok. Pribadi Elgana Mahasiswa ITB mengenalkan Epos Ramayana melalui busana etnik futuristik dalam Pameran Karya Tugas Akhir (6/6/2018)

KOMPAS.com - Berbagai karya kriya tekstil dan keramik menghiasi Aula Timur Institut Teknologi Bandung ( ITB) pada hari Rabu (6/6/2018). Karya-karya tersebut merupakan tugas akhir yang menjadi prasyarat kelulusan untuk sekitar 30 mahasiswa Program Studi (Prodi) Kriya seperti dikutip dari laman resmi berita ITB. 

Setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjelaskan hasil karyanya kepada pengunjung yang datang ke booth seluas 3x3 meter persegi milik mereka sendiri.

Salah satu karya yang mengundang perhatian pengunjung pameran ini adalah karya milik Elgana yang menampilkan tugas akhir dengan judul “Pengembangan Kostum Karakter Epos Ramayana dengan Teknik Utama Reka Latar”.

Terdapat 4 buah kostum megah untuk menghidupkan 4 karakter yang paling kuat dan menonjol dalam Epos Ramayana. Seluruh kostum menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh pewayangan dalam Epos Ramayana.

Kostum milik Hanoman dibuat dengan warna putih untuk menggambarkan kesetiaan, kejujuran, dan keberanian. Berbeda dengan kostum milik Dewi Shinta yang menceritakan tekanan yang dialami Dewi Shinta melalui pemilihan warna merah keunguan.

 

Baca juga: INFOGRAFIK: Ini Dia, 9 Universitas Terbaik Indonesia versi QS World

Sedangkan untuk kostum Rama, dipilih warna biru untuk memberikan kesan elegan, baik, jujur, dan pemimpin yang dingin. Kostum terakhir, yaitu kostum Rahwana sang antagonis, memancarkan rasa mistik, haus akan kekuasaan, dan kemegahan dalam balutan warna gelap seperti hitam, merah tua, dan jubah keemasan.

Dalam proses pembuatan keempat kostum ini Elgana banyak melakukan riset, penggalian ide, pembuatan corak, dan eksplorasi di sekitaran Kota Bandung selama 6 bulan lamanya. Kostum ciptaanya mengolaborasikan etnis dengan sentuhan futuristik.

Elgana mendesain keempat kostum ini dengan baik sehingga kostum-kostum tersebut sangat mudah digunakan dan menggunakan bahan inner seperti katun untuk menghindari ketidaknyamanan pemakainya.

Bahkan dalam proses produksinya, kostum-kostum tersebut menggunakan teknik yang sangat mudah sehingga tahap produksi tidak memakan waktu lama, yaitu hanya sekitar 2 minggu.

Melalui karya ini Elgana berharap dapat mengubah visual Ramayana yang terkesan kolot dan monoton dengan suasana yang baru sehingga meningkatkan minat anak muda terhadap budaya bangsa.

Karya ini selanjutnya akan didaftarkan dalam lomba seperti karya lainnya dari Elgana yang pernah menjadi finalis 20 Besar pada Indonesia Fashion Week 2018. Saat itu Elgana mengangkat tenun Toraja yang terkesan kolot dan konvensional menjadi fashion item anak muda yang simple dan elegan.


Terkini Lainnya


Close Ads X