Kompas.com - 14/06/2018, 22:16 WIB

KOMPAS.com -  Saat ini banyak kita temukan kurang cintanya generasi muda terhadap budaya sendiri. Mereka lebih suka terhadap produk dan budaya dari luar daripada mengakrabkan diri pada budaya lokal dari Sabang sampai Merauke.

Namun semua hal tersebut bukan serta-merta karena ketidakpedulian generasi muda kita. Bisa jadi lebih pada ketidaktahuan.

Disadari atau tidak, orang tua turut berperan dalam munculnya situasi ini. Oleh karena itu orang tua harus berperan aktif dalam memperkenalkan keragaman budaya kita sejak dini seperti dikutip dari Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Masa liburan sekolah dan juga Hari Raya Idul Fitri ini menjadi waktu yang paling tepat untuk mengenalkan anak pada budaya lokal:

1. Mengajarkan anak menggunakan produk lokal

Banyak produk lokal yang kualitasnya tak kalah dengan produk asing. Seperti dari busana, Indonesia memiliki beragam produk yang sangat khas, misalnya batik dan tenun.

Kini produk busana berbahan batik dan tenun telah berkembang pesat. Mampu mengikuti tren dan cocok dikenakan segala usia, termasuk anak-anak.

Begitu juga dengan makanan yang makin terdesak dengan munculnya industri makanan cepat saji. Dengan alasan kepraktisan dan anak menyukainya, kita cenderung memilih makanan cepat saji.

Dampaknya, selain tidak baik bagi kesehatan, makanan cepat saji juga menggerus makanan tradisional. Padahal makanan tradisional lebih sehat, memiliki cita rasa tinggi karena kaya rempah.

Baca juga: Lakukan 3 Hal Ini Agar Anak Tidak Hilang Saat Liburan

Di sini peran orang tua begitu penting agar anak tak hanya mengenal dan terus-menerus mengonsumsi makanan cepat saji. Saat liburan sekolah yang bertepatan dengan libur Lebaran adalah waktu yang tepat mengenalkan dan melestarikan makanan tradisional. 

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.