Mengakrabkan Anak dengan Budaya Lokal - Kompas.com

Mengakrabkan Anak dengan Budaya Lokal

Kompas.com - 14/06/2018, 22:16 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana bermain permainan tradisional gobak sodor dengan anak-anak di halaman tengah Istana Presiden, Jakarta, Jumat (4/5/2018). Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana bermain permainan tradisional gobak sodor dengan anak-anak di halaman tengah Istana Presiden, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

KOMPAS.com -  Saat ini banyak kita temukan kurang cintanya generasi muda terhadap budaya sendiri. Mereka lebih suka terhadap produk dan budaya dari luar daripada mengakrabkan diri pada budaya lokal dari Sabang sampai Merauke.

Namun semua hal tersebut bukan serta-merta karena ketidakpedulian generasi muda kita. Bisa jadi lebih pada ketidaktahuan.

Disadari atau tidak, orang tua turut berperan dalam munculnya situasi ini. Oleh karena itu orang tua harus berperan aktif dalam memperkenalkan keragaman budaya kita sejak dini seperti dikutip dari Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Masa liburan sekolah dan juga Hari Raya Idul Fitri ini menjadi waktu yang paling tepat untuk mengenalkan anak pada budaya lokal:

1. Mengajarkan anak menggunakan produk lokal

Banyak produk lokal yang kualitasnya tak kalah dengan produk asing. Seperti dari busana, Indonesia memiliki beragam produk yang sangat khas, misalnya batik dan tenun.

Kini produk busana berbahan batik dan tenun telah berkembang pesat. Mampu mengikuti tren dan cocok dikenakan segala usia, termasuk anak-anak.

Begitu juga dengan makanan yang makin terdesak dengan munculnya industri makanan cepat saji. Dengan alasan kepraktisan dan anak menyukainya, kita cenderung memilih makanan cepat saji.

Dampaknya, selain tidak baik bagi kesehatan, makanan cepat saji juga menggerus makanan tradisional. Padahal makanan tradisional lebih sehat, memiliki cita rasa tinggi karena kaya rempah.

Baca juga: Lakukan 3 Hal Ini Agar Anak Tidak Hilang Saat Liburan

Di sini peran orang tua begitu penting agar anak tak hanya mengenal dan terus-menerus mengonsumsi makanan cepat saji. Saat liburan sekolah yang bertepatan dengan libur Lebaran adalah waktu yang tepat mengenalkan dan melestarikan makanan tradisional. 

2. Membacakan cerita rakyat nusantara 

Mengenalkan budaya nusantara bisa melalui buku-buku cerita rakyat. Apalagi kini buku dapat dengan mudah didapatkan.

Kini buku cerita rakyat dikemas sangat menarik dengan alur cerita yang singkat dan gambar yang lebih imajinatif. Sehingga anak lebih mudah untuk memahami isi cerita dan menyenangkan.

Selain itu, tersedia pula buku elektronik yang dapat diakses melalui smartphone atau gawai. 

Dengan kemudahan tersebut, orangtua dapat dengan mudah dalam berperan aktif membacakan dan mendampingi anak membaca buku cerita rakyat nusantara sejak dini. Nilai-nilai karakter positif yang didapat dari buku lebih mengena dengan terjadinya komunikasi antara anak dan orang tua.

3. Mengenalkan anak dengan beragam budaya nusantara 

Budaya nusantara yang beragam memang terkesan sulit dipahami anak. Contohnya dalam pelajaran Seni Budaya anak cenderung bosan, sehingga menimbulkan ketidaktertarikan.

Mengenalkan budaya lokal dapat dimulai dari keluarga. Misalnya dengan membiasakan anak menggunakan bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang baik. Budaya zaman sekarang anak cenderung bangga ketika lancar berbahasa asing daripada bahasa nasional dan daerah sendiri.

Bukan berarti tidak boleh belajar bahasa asing. Tetapi, anak seharusnya dibekali cinta pada bahasa daerah dan Indonesia sejak dini. Orang tua berperan penting dalam pembiasaan bahasa di rumah.

Mengenalkan budaya lokal juga bisa dengan cara menonton film bermuatan budaya atau melakukan kegiatan kunjungan ke tempat-tempat budaya, seperti museum budaya nusantara, taman-taman budaya, candi, pameran dan lain-lain. Rasa senang berjalan-jalan membuat anak lebih lebih mudah mempelajari budaya dan kadang itu tanpa mereka sadari.

4. Mengenalkan permainan tradisional 

Banyak ragam permaianan tradisional, misalnya congklak, gobaksodor, engklek, egrang, gasing, rangkualu dan masih banyak lagi.

Mengenalkan permainan tradisional membuat anak-anak lebih memahami keanekaragaman budaya nusantara yang ternyata juga berupa permainan. Sambil bermain, dapat diselipkan pengetahuan sejarah dan manfaatnya sehingga anak lebih mencintai budaya nusantara.

Mengenalkan dengan cara menyenangkan dapat memacu generasi milenial yang cerdas teknologi akan tetap mencintai budaya sendiri. Di pundak merekalah masa depan perkembangan dan kelestarian budaya nusantara. 


Terkini Lainnya

Kapal Tugboat Tenggelam di Perairan Kepri, 5 ABK Selamat

Kapal Tugboat Tenggelam di Perairan Kepri, 5 ABK Selamat

Regional
Begini Tahapan Tilang ETLE hingga STNK Kendaraan Diblokir

Begini Tahapan Tilang ETLE hingga STNK Kendaraan Diblokir

Megapolitan
Cerita Ayah yang Anaknya Tewas Tersetrum di Kandang Ayam Saat Kejar Layang-layang

Cerita Ayah yang Anaknya Tewas Tersetrum di Kandang Ayam Saat Kejar Layang-layang

Regional
Hujan Diprediksi Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini

Hujan Diprediksi Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini

Megapolitan
5 Inovasi Pendidikan Tinggi untuk Hasilkan Lulusan di Industri 4.0

5 Inovasi Pendidikan Tinggi untuk Hasilkan Lulusan di Industri 4.0

Edukasi
Menaker Soroti Angka Pengangguran yang Masih Tinggi di Depok

Menaker Soroti Angka Pengangguran yang Masih Tinggi di Depok

Megapolitan
Menteri Jonan: Perpres Mobil Listrik Segera Keluar

Menteri Jonan: Perpres Mobil Listrik Segera Keluar

Regional
Rangkaian Fakta Kematian Sariman yang Tergilas Mesin Giling di Bekasi

Rangkaian Fakta Kematian Sariman yang Tergilas Mesin Giling di Bekasi

Megapolitan
BERITA POPULER JABODETABEK: Bentrokan di Tanah Abang, Surat BTP dari Penjara, hingga 800 STNK Diblokir

BERITA POPULER JABODETABEK: Bentrokan di Tanah Abang, Surat BTP dari Penjara, hingga 800 STNK Diblokir

Megapolitan
Joget Prabowo dan Pijatan Sandi di Forum Debat Dinilai Tak Etis

Joget Prabowo dan Pijatan Sandi di Forum Debat Dinilai Tak Etis

Nasional
Ada Fenomena 'Supermoon', BMKG Peringatkan Pasang Air Laut di Sejumlah Daerah

Ada Fenomena "Supermoon", BMKG Peringatkan Pasang Air Laut di Sejumlah Daerah

Regional
Amnesty: Isu HAM Hanya Jadi Kepentingan Elektoral Kedua Pasangan Capres-Cawapres

Amnesty: Isu HAM Hanya Jadi Kepentingan Elektoral Kedua Pasangan Capres-Cawapres

Nasional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

Megapolitan
Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional

Close Ads X