Indonesia Raih 3 Penghargaan Dalam Ajang AFMAM di Singapura - Kompas.com

Indonesia Raih 3 Penghargaan Dalam Ajang AFMAM di Singapura

Kompas.com - 12/07/2018, 21:59 WIB
Delegasi Indonesia meraih 3 penghargaan dalam ajang AFMAM ke-4 di Singapura.Dok. Pribadi Tri Inov Haripa Delegasi Indonesia meraih 3 penghargaan dalam ajang AFMAM ke-4 di Singapura.

KOMPAS.com - Empat belas mahasiwa Indonesia meraih 4 penghargaan dalam ASEAN Foundation Model ASEAN Meeting (AFMAM) ke-4 di National University of Singapore, Singapura, pada 3 – 8 Juli 2018.

"Kami sangat bangga. Kedua delegasi Indonesia menyabet banyak sekali awards bersama dengan delegasi dari Filipina," ujar Anthoni Octaviano, Manager Komunikasi The ASEAN Foundation kepada Kompas.com

1. Meraih 3 penghargaan

Anthoni menambahkan, Indonesia mengirimkan 2 delegasi terdiri dari delegasi A dengan semua anggota dan tim advisor berasal dari Universitas Islam Indonesia dan delegasi B berasal dari kombinasi Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjajaran. 

"Total ada 4 penghargaan yang diperebutkan yakni Best Position Paper, Best Strategy Paper, Best Diplomacy Award untuk perorangan dan Best Diplomacy Award untuk delegasi atau team," kata Anthoni.

Indonesia berhasil meraih 3 penghargaan yakni: Best Position Paper, Diplomacy Award untuk perorangan dan Diplomacy Award untuk tim.

2. Peraih penghargaan

Mereka yang meraih penghargaan dalam ajang AFMAM ke 4 yaitu:

  • Best Position Paper diraih oleh Kenneth Nicholas (UI), Kevin Iskandar Putra (UGM), Muhamad Fadillah (Unpad), dan Dominique Virgil Tuapetel (UI). 

Baca juga: 14 Mahasiswa Wakili Indonesia Dalam AFMAM di Singapura

  • Diplomacy Award (penghargaan perorangan untuk performa biasa sebagai Senior Official dalam pilar ASEAN Political Security Community) diraih oleh Kevin Iskandar Putra (UGM).
  • Diplomacy Award (penghargaan tim diberikan kepada delegasi karena performa yang luar biasa) diraih Delegasi Indonesia dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta

3. Simulasi peran wakil Kamboja dan Lao PDR

Program AFMAM mengundang 2 delegasi dari setiap negara ASEAN. Total terpilih 20 delegasi dari 190 lebih  tim yang mendaftar. Tiap delegasi terdiri atas 8 anggota terdiri atas 1 advisor atau penasihat yang biasanya juga menjabat sebagai dosen dan 7 mahasiswa.

Dalam AFMAM, tim advisor bertugas sebagai pelatih, memberikan petunjuk dan nasihat. Sedangkan anggota tim diberikan satu peran mulai dari head of government, foreign minister, environment minister hingga senior official of ASEAN. 

Para mahasiswa yang sudah diberikan peran kemudian diterjunkan ke dalam simulasi meeting sesuai dengan peran mereka.

Anthoni menceritakan, yang membuat AFMAM menarik adalah masing masing delegasi setiap negara diberikan peran mewakili negara lain. Kedua delegasi Indonesia diberikan peran untuk mewakili Kamboja dan Lao PDR.

4. Tema ASEAN yang Tangguh dan Inovatif

Program AFMAM merupakan program unggulan ASEAN Foundation yang terlaksana dengan dukungan ASEAN, Pemerintah Filipina, Pemerintah Singapura, Singapore National Youth Council, KBZ Bank, Maybank Foundation, S. Rajaratnam School of International Studies, dan Confirmis.

Program ini memberikan kesempatan para mahasiswa membuka wawasan diplomasi dan proses pengambilan keputusan melalui permainan peran dan simulasi rapat ASEAN.

 

Program AFMAM tahun 2018 mengusung tema Kepemimpinan ASEAN yaitu “ASEAN yang Tangguh dan Inovatif” dan visi para pemimpin ASEAN akan Masyarakat ASEAN yang lebih dinamis dan lebih kuat.


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X