Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi - Kompas.com

Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Kompas.com - 20/07/2018, 22:30 WIB
Mensristek menjadi pembicara dalam Kongres Teknologi Nasional 2018 (17-19/7/2018)Dok. Kemenristekdikti Mensristek menjadi pembicara dalam Kongres Teknologi Nasional 2018 (17-19/7/2018)

KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjadi pembicara pada pembukaan Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2018, di Auditorium Gedung II BPPT Thamrin, Jakarta (17/7/2018).

KTN 2018 diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam rangka mewujudkan kebijakan nasional untuk mendorong kemandirian teknologi bangsa.

Mengusung tema Strategi Implementasi Kebijakan Nasional untuk Mendukung Kemandirian Teknologi, KTN kali ketiga ini akan dilaksanakan pada 17-19 Juli 2018.

1. Peran teknologi dalam pembangunan

Menristekdikti mengungkapkan bahwa KTN 2018 bertujuan memacu teknologi berperan dalam pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.

“Menghasilkan suatu inovasi yang bisa dimanfaatkan industri dan masyarakat adalah tujuan dari sebuah riset," jelas Nasir.

Menristekdikti berharap inovasi dapat bermanfaat bagi industri dan masyarakat, serta berperan dalam meningkatkan ekonomi Indonesia kedepannya.

Ini sangat penting, karena apabila ekonomi berbasis pada inovasi, maka nilai tambah akan menjadi penting,” ucapnya.

2. Dipengaruhi 4 penggerak

Kepala BPPT Unggul Priyanto menyampaikan perkembangan pembangunan dunia secara global dipengaruhi oleh 4 penggerak, yakni : populasi, teknologi, globalisasi dan perubahan iklim.

Baca juga: Blunder Paradigma Menghadapi Era Industri 4.0

Keempat ini semakin memacu tingkat kerentanan daya dukung kelestarian pembangunan.

“Kondisi perekonomian dunia saat ini yang fluktuatif serta adanya berbagai isu geopolitik, maka perkembangan riset dan teknologi harus diarahkan untuk memberikan dampak pada perubahan sosial dan ekonomi,” tuturnya.

Unggul Priyanto mengungkapkan, terdapat 3 bidang teknologi yang menjadi fokus pembahasan KTN 2018, yakni: Teknologi Industri Pertahanan, Teknologi Kebencanaan, dan  Teknologi Material.

3. Terobosan inovasi teknologi

“Untuk menjawab tantangan tersebut dan dalam rangka mendukung misi Pemerintah RI memperkuat kemampuan, kapasitas dan kemandirian industri dalam negeri, mewujudkan kemandirian bangsa, maka perlu dipersiapkan berbagai terobosan inovasi teknologi antara lain di bidang teknologi industri pertahanan-keamanan, kebencanaan dan material,” ungkapnya.

Jumlah peserta KTN tahun ini sebanyak 510 peserta yang terdaftar secara daring (terdiri dari 133 peserta dari bidang material, 159 peserta dari bidang hankam, dan 218 peserta dari bidang kebencanaan), serta 270 undangan VIP, VVIP dan para pembicara. 



Close Ads X