Ini 3 Harapan Menteri PPPA Sambut Hari Anak Nasional, Semoga Terwujud

Kompas.com - 23/07/2018, 14:11 WIB
Anak-anak mengikuti Jambore Sahabat Anak XXI di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (23/7/2017). Jambore yang diikuti anak jalanan ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOAnak-anak mengikuti Jambore Sahabat Anak XXI di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (23/7/2017). Jambore yang diikuti anak jalanan ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

KOMPAS.com - Dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN), peringatan HAN digelar di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, dan dihadiri 500 orang dewasa dan 3.000 anak yang terdiri dari anak-anak PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/ MA, anak-anak dari Panti Asuhan serta perwakilan anak-anak dari Forum Anak Nasional (FAN) dan anak-anak penyandang disabilitas.

Terkait HAN, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menyampaikan beberapa harapannya:

1. Keluarga memperhatikan pola asuh

Yohana menyampaikan, keluarga merupakan awal mula pembentukan kematangan individu dan struktur kepribadian anak.

Anak-anak akan mengikuti dan mencontoh orang tua dengan berbagai kebiasaan dan perilaku karena anak adalah kelompok makhluk yang rentan karena berusia kurang dari 18 tahun.

“Baik buruknya keluarga akan menjadi cerminan bagi masa depan anak. Baik buruknya karakter/perilaku anak di masa datang sangat ditentukan oleh pola pengasuhan yang diberikan keluarganya dan lingkungan terdekatnya” ujar Yohana dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Diperlukan kesadaran seluruh keluarga Indonesia untuk memiliki pengasuhan yang berkualitas, berwawasan, keterampilan dan pemahaman yang komprehensif dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

2. Anak jangan sampai jadi korban dan pelaku kejahatan

Hal itu, dikatakan Yohana, karena saat ini anak tidak hanya menjadi korban, namun tak jarang mereka juga sudah menjadi pelaku kejahatan.

Kasus kekerasan, baik yang menjadikan anak sebagai korban maupun sebagai pelaku, perlu dikaji secara mendalam dan dicarikan solusi terbaiknya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.