Kompas.com - 29/07/2018, 12:56 WIB
Siswa Stella Maris School, yang mendirikan Ardent Naturae Student Company, memamerkan produk inovasi mereka, Scoffee, sabun yang terbuat dari ampas kopi. Pameran bisnis ini merupakan rangkaian kegiatan Regional Student Company Competition 2018 yang diadakan oleh Prestasi Junior Indonesia bersama Citi Indonesia dan AIG Indonesia di Atrium Green Pramuka Square, Jakarta, Sabtu (28/7). Dok. Prestasi JuniorSiswa Stella Maris School, yang mendirikan Ardent Naturae Student Company, memamerkan produk inovasi mereka, Scoffee, sabun yang terbuat dari ampas kopi. Pameran bisnis ini merupakan rangkaian kegiatan Regional Student Company Competition 2018 yang diadakan oleh Prestasi Junior Indonesia bersama Citi Indonesia dan AIG Indonesia di Atrium Green Pramuka Square, Jakarta, Sabtu (28/7).

KOMPAS.com - Siswa-siswi SMA/K di Jakarta bersaing menunjukkan kemampuan wirausaha pada Regional Student Company Competition 2018 yang diselenggarakan oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Citi Indonesia (Citibank) dan PT AIG Insurance Indonesia (AIG Indonesia) di Atrium Green Pramuka Square, Sabtu (28/7).

Dalam kompetisi kewirausahaan ini, para siswa mempresentasikan pencapaian bisnis dari usaha mikro yang dijalankan di sekolah serta memamerkan produk inovasi andalan usaha mereka.

Ada lain 8 sekolah ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini yaitu: SMKN 4 Jakarta, SMKN 6 Jakarta, SMKN 27 Jakarta, SMKN 63 Jakarta, SMK Bina Informatika, SMK Candra Naya, SMK Rex Mundi, dan Stella Maris School.

1. Program aplikasi wirausaha 

Sebelum tahap kompetisi ini, para siswa telah dibina menjadi wirausaha sungguhan melalui program pendidikan aplikasi kewirausahaan, Perusahaan Siswa (JA Student Company).

Selama enam bulan, mereka mendirikan dan mengoperasikan sebuah usaha mikro di sekolah, mulai dari menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para siwa juga telah mendapatkan bimbingan bisnis secara intensif dari mentor PJI dan profesional bisnis.

"Kita perlu melatih dan merangsang potensi kewirausahaan anak muda sejak mereka duduk di bangku sekolah. Siswa SMA dan SMK perlu didorong menciptakan bisnis dengan keterampilan yang dimiliki pasca lulus sekolah. Kami terus berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia mewujudkan potensi bisnis mereka dan meraih masa depan lebih baik”, tutur Robert Gardiner, Management Advisor Prestasi Junior Indonesia.

2. Literasi dan inklusi keuangan

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Suharno mengatakan, “Tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia akan semakin kompleks, terlebih pada era persaingan global. Semua unsur, mulai dari pemerintah, lembaga masyarakat, korporasi, dan publik, harus ambil bagian dalam pembekalan generasi muda kita." 

Baca juga: Ini Tiga Calon Start Up Indonesia versi Samsung

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.