Kompas.com - 01/08/2018, 11:16 WIB
Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, menyerahkan beasiswa StuNed kepada Direktur Jenderal PHPL, Hilman Nugroho, di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

KOMPAS.COM/M LATIEFDirektur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, menyerahkan beasiswa StuNed kepada Direktur Jenderal PHPL, Hilman Nugroho, di Jakarta, Selasa (31/7/2018).
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 21 orang staf Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (Ditjen PHPL) menerima beasiswa StuNed untuk menempuh studi selama tiga pekan di Belanda.

Penyerahan beasiswa disampaikan oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, kepada Direktur Jenderal PHPL, Hilman Nugroho, di Jakarta Selasa (31/7/2018) kemarin. Para penerima beasiswa akan mengikuti pelatihan Monitoring the Effect of Climate Change on Production Forests of Indonesia sejak 13 sampai 31 Agustus 2018 di Universitas Twente.

"Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan staf dalam memonitoring hutan produksi menggunakan teknologi spasial sehingga memudahkan menjangkau kawasan hutan yang terpencil dengan peralatan efisien. Setengah dari 120 juta hektar hutan Indonesia adalah hutan produksi yang jadi tanggungjawab ditjen kami,"kata Hilman.

Hilman menambahkan bahwa monitoring tersebut dibutuhkan mengingat perubahan iklim dapat menyebabkan bencana kebakaran hutan, seperti yang terjadi pada 2015 lalu. Seluruh peserta pelatihan ini berasal dari KLHK, kecuali satu orang dari Kemenko Bidang Perekonomian. Mereka berasal dari perwakilan KLHK luar Jawa (UPT Balai Pengelolaan Hutan Produksi), yakni Palembang, Makassar, Samarinda, dan Manokwari.

"Keberadaan peserta luar Jawa ini sangat penting untuk implementasi hasil pelatihan yang nantinya di-upscale secara nasional di seluruh hutan produksi di Indonesia," ujarnya.

Selama pelatihan di Belanda, selain berada di Enschede untuk pendalaman teori dan praktik geospatial analysis, para peserta akan mengunjungi Universitas Wageningen, Kantor Meteorologi Belanda, serta kantor riset VITO di Belgia. Di kedua tempat itu mereka akan mendapatkan gambaran lengkap praktik mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, pada kesempatan sama mengatakan bahwa Tailor-made training saat ini merupakan beasiswa StuNed keempat yang diraih Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hasil pelatihan bisa sangat mendukung kerjasama bilateral pemerintah Belanda dan Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Terutama untuk bidang ketahanan pangan dan isu-isu perubahan iklim," ucap Peter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.