Begini Cara UGM Tumbuhkan Jiwa Patriotik - Kompas.com

Begini Cara UGM Tumbuhkan Jiwa Patriotik

Kompas.com - 05/08/2018, 21:15 WIB
Harmoni Indonesia 2018 di UGM (5/8/2018)Dok. Humas UGM Harmoni Indonesia 2018 di UGM (5/8/2018)

KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada ( UGM) turut ambil bagian dalam program "Harmoni Indonesia 2018" (5/8/2018).

"Harmoni Indonesia 2018" merupakan upaya bangsa Indonesia untuk cinta tanah air serta menumbuhkan kembali jiwa patriotik kaum muda Indonesia melalui kebersamaan harmoni dan dinamika lagu- lagu nasional yang berlangsung Minggu, 5 Agustus 2018, di koridor Timur Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Presiden RI  Joko Widodo turut ikut bernyanyi bersama dalam acara ini. 

1. Serempak 34 perguruan tinggi

Dalam acara ini, 34 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dari 34 provinsi serta beberapa perwakilan mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikan di luar negeri  ikut bernyanyi bersama dalam satu kesatuan waktu di bawah komando Presiden Joko Widodo didampingi Addie MS sebagai dirigen orkestrasi massa terbesar tahun ini.

Dalam kegiatan ini, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) ditunjuk sebagai koordinator tim paduan suara dan telah menentukan 33 titik kumpul.

Baca juga: Kisah Anak Penjual Sandal dari Bali Diterima Kuliah UGM

 

Untuk wilayah DIY, ditetapkan lokasi titik kumpul di UGM. Di 10 titik kumpul ini dilakukan live conference dengan Presiden RI maupun live streaming terkoneksi secara nasional.

2. Bangkitkan semangat kepahlawanan

Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono dalam sambutan melihal hal ini memiliki makna penting untuk mengingat perjuangan para pahlawan.

“Dengan bernyanyi bersama, kita juga dapat membangkitkan semangat kita untuk meneladani para pejuang dan meneruskan perjuangannya. Pendahulu kita telah memerdekakan bangsa Indonesia, tugas kita selanjutnya untuk memperjuangkan kedaulatan dan kehormatan bangsa ini seutuhnya,”kata Panut.

Menurut Panut perjuangan dalam era teknologi tinggi saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Namun, substansi perjuangan tetap sama, yaitu berjuang demi kedaulatan dan kehormatan bangsa.

3. Meningkatkan persatuan  di era teknologi

“Arena perjuangan juga semakin bervariasi. Bagi perguruan tinggi, perjuangan dalam memahami, mengakuisisi, mengembangkan, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan merupakan inti kegiatan yang bertautan dengan perbaikan kompetensi, perbaikan cara kerja, dan peningkatan produktivitas,” urai Rektor seperti dikutip dari laman resmi UGM.

Rektor menambahkan penggunaan teknologi informasi seperti ini sangat membantu meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Peserta dari Aceh sampai Papua dapat melakukan kegiatan secara bersama. 

Selain lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dalam "Harmoni Indonesia 2018" juga dikumandangkan lagu-lagu nasional seperti Garuda Pancasila, Rayuan Pulau Kelapa, dan Padamu Negeri.


Komentar
Close Ads X