Santa Ursula dan Kebersamaan yang Menyatukan Keragaman - Kompas.com

Santa Ursula dan Kebersamaan yang Menyatukan Keragaman

Kompas.com - 06/08/2018, 20:43 WIB
International Ursuline Youth Camp (IUYC) 2018Dok. Santa Ursula BSD International Ursuline Youth Camp (IUYC) 2018

KOMPAS.com - Sekolah Santa Ursula ( Sanur) BSD tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan "International Ursuline Youth Camp (IUYC) 2018".

Kegiatan ini merupakan ajang pertemuan dan kerja sama para pelajar, guru, dan pimpinan sekolah yang dikelola oleh Tarekat Santa Ursula. Kegiatan IUYC 2018 ini mengangkat tema “Insieme in Diversity” (Kebersamaan dalam Keragaman).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada kaum muda mengenai pentingnya menghargai dan menghormati keragaman dan perbedaan.

1. Kebersamaan menyatukan keragaman

Sr. Agatha Linda Chandra, OSU, Provincial Ursulin Indonesia, menjelaskan, “kata “insieme” berarti “kebersamaan”, karena para peserta berasal dari berbagai negara, suku, bahasa, dan latar belakang.

Diharapkan melalui kebersamaan ini, para peserta akan menjadi satu kesatuan dalam keberagaman IUYC 2018.

Baca juga: TK Santa Ursula: Kita Bhinneka, Kita Indonesia

Kegiatan IUYC ini dilaksanakan di Gunung Geulis Camp Area, Kabupaten Bogor, tanggal 6 - 10 Agustus 2018. Kegiatan ini diikuti oleh 327 siswa dan 72 guru pendamping. Mereka berasal dari berbagai sekolah Ursulin di Indonesia, Australia, Jepang, dan Taiwan.

Sebanyak enam orang guru dari sekolah Ursulin di Polandia juga akan ikut menjadi peninjau. IUYC 2018 akan dilayani oleh 60 orang panitia dan lebih dari 100 orang siswa sebagai service team, tenaga medik, dan tenaga dokumentasi.

2. Keprihatinan konflik dan kerinduan akan harmoni dalam keragaman

Melalui rilis media, Sekolah Santa Ursula BSD juga menyampaikan keprihatinan terhadap perkembangan teknologi yang kerap tidak ditanggapi secara bijaksana oleh kaum muda.

"Penggunaan media sosial melalui gawai tidak jarang mendorong munculnya konflik. Saat pesan yang diperoleh itu dibaca dan kemudian disebar ternyata memaksakan pendapat," demikian kutipan keprihatinan tersebut.

Seringkali, pesan tersebut cenderung atau bahkan menolak adanya keragaman.

Dalam empat tahun terakhir ini, keragaman kerap dilihat sebagai ancaman. Keberagaman pun menjadi topik sensitif. Beragam dan berbeda dianggap memicu konflik. Keunikan dan individualitas jadi sesuatu yang ditolak.

Banyak individu terjebak pada pemahaman moral bahwa keragaman dan perbedaan adalah sesuatu yang bertentangan.

3. Wujud kebersamaan tanpa meninggalkan keunikan

IUYC 2018 Sanur BSDDok. Santa Ursula BSD IUYC 2018 Sanur BSD

Dalam kegiatan Youth Camp ini, para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan. Mereka akan ikut serta dalam pemaparan pendidikan, refleksi dan presentasi atas hasil yang mereka wujudkan dalam program pemaparan pendidikan.

Kegiatan-kegiatan lain adalah kegiatan keagamaan, penampilan seni dan budaya, serta rekreasi berupa permainan tradisional dari setiap sekolah.

Program-program ini akan memperlihatkan keragaman yang dimiliki setiap peserta, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

“Kegiatan ini harus menjadi perwujudan bahwa kebersamaan itu bukanlah berarti harus menanggalkan keunikan dan individualitas. Keduanya tetap harus ada. Kegiatan IUYC ini justru ingin merayakan 'Insieme in Diversity'," kata Sr. Francesco Marianti, OSU, Ketua IUYC

Sr. Fransesco menambahkan, kegiatan ini juga memperkuat kerjasama antar Sekolah Ursulin yang hadir dalam IUYC 2018.


Terkini Lainnya

Menaker Soroti Angka Pengangguran yang Masih Tinggi di Depok

Menaker Soroti Angka Pengangguran yang Masih Tinggi di Depok

Megapolitan
Menteri Jonan: Perpres Mobil Listrik Segera Keluar

Menteri Jonan: Perpres Mobil Listrik Segera Keluar

Regional
Rangkaian Fakta Kematian Sariman yang Tergilas Mesin Giling di Bekasi

Rangkaian Fakta Kematian Sariman yang Tergilas Mesin Giling di Bekasi

Megapolitan
BERITA POPULER JABODETABEK: Bentrokan di Tanah Abang, Surat BTP dari Penjara, hingga 800 STNK Diblokir

BERITA POPULER JABODETABEK: Bentrokan di Tanah Abang, Surat BTP dari Penjara, hingga 800 STNK Diblokir

Megapolitan
Joget Prabowo dan Pijatan Sandi di Forum Debat Dinilai Tak Etis

Joget Prabowo dan Pijatan Sandi di Forum Debat Dinilai Tak Etis

Nasional
Ada Fenomena 'Supermoon', BMKG Peringatkan Pasang Air Laut di Sejumlah Daerah

Ada Fenomena "Supermoon", BMKG Peringatkan Pasang Air Laut di Sejumlah Daerah

Regional
Amnesty: Isu HAM Hanya Jadi Kepentingan Elektoral Kedua Pasangan Capres-Cawapres

Amnesty: Isu HAM Hanya Jadi Kepentingan Elektoral Kedua Pasangan Capres-Cawapres

Nasional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

Megapolitan
Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional

Close Ads X