Jadi, Berapa Lama Waktu Ideal Anak Bermain Gawai? - Kompas.com

Jadi, Berapa Lama Waktu Ideal Anak Bermain Gawai?

Kompas.com - 07/08/2018, 23:31 WIB
Ilustrasi anak main gadget.Thinkstock Ilustrasi anak main gadget.

KOMPAS.com - Bagi anak "zaman now", menonton TV atau main gawai hingga berjam-jam sudah bukan hal aneh untuk dilakukan. Beberapa orangtua bahkan tak ragu membolehkan anak main game atau menonton video di perangkat elektronik sebagai “senjata” agar mereka tetap anteng dan tidak rewel.

Namun banyak studi justru memperlihatkan anak sering menghabiskan waktu di depan layar akan banyak dampak buruk memengaruhi tumbuh kembangnya hingga ia dewasa nanti.

Lalu, berapa lama ideal batas waktu anak menonton TV dan main gadget dalam sehari?

1. Resiko kesehatan fisik dan sosial

Laporan KPI menunjukkan anak Indonesia menempati urutan teratas dalam urusan menonton siaran televisi terlama di antara negara ASEAN. Anak Indonesia rata-rata menonton TV hingga 5-7 jam setiap hari, sementara anak negara ASEAN lain hanya menghabiskan waktu di depan TV sekitar 2-3 jam per hari.

Sebuah penelitian terbitan Archives of Disease in Childhood tahun 2017 melaporkan anak yang terbiasa menonton televisi lebih dari 3 jam sehari berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Baca juga: Masalah Sosial pada Anak Keranjingan Gawai

 

Anak menonton TV hingga lebih dari 3 jam setiap hari juga dilaporkan berisiko mengalami obesitas pada usia 30 tahun, ungkap sebuah studi lain asal Inggris.

Ternyata dampak buruk kebiasaan menonton TV terlalu lama ternyata tidak berhenti sampai kesehatan fisiknya saja. Studi tim peneliti University of Otago di Selandia Baru yang dimuat dalam jurnal Pediatric menyebutkan bahwa terlalu sering menonton TV terkait dengan perkembangan sifat sosiopatik saat anak beranjak dewasa.

2. Resiko kecemasan dan depresi

Sementara itu dirangkum dari berbagai penelitian, analisis para ilmuwan menunjukkan bahwa anak-anak yang memakai gadget untuk berinteraksi di media sosial secara berlebihan tiga kali lipat lebih berisiko mengalami gangguan tidur, termasuk insomnia, yang bisa memicu gangguan kecemasan dan depresi.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), orangtua seharusnya sama sekali tidak membolehkan anak-anak mereka menggunakan perangkat elektronik apa pun (konsol game, laptop, tablet elektronik, ponsel) sampai anak menginjak usia 18 bulan.

Ketika usia anak berada di rentang 18-24 bulan, orangtua boleh mulai memperkenalkan mereka pada media digital yang memiliki konten edukatif.

3. Waktu ideal main gadget

Sementara itu, durasi menonton TV dan pemakaian gadget bagi anak berusia 2-5 tahun harus dibatasi maksimal 1 jam per hari. Konten pun hanya sebatas bersifat edukatif. Ketika membolehkan anak menonton TV atau main gadget, orangtua harus terus mendampingi untuk mengawasi.

Untuk anak-anak yang berusia lebih dari 6 tahun, American Academy of Pediatrics menganjurkan durasi menonton TV kurang dari 2 jam setiap hari.

Bagaimana dengan media sosial? Para ahli kesehatan anak dari seluruh dunia sepakat bahwa penggunaan media sosial harus dibatasi hanya 1,5 hingga 2jam sehari untuk anak yang sudah remaja.

Selain mengatur waktu, anak juga perlu belajar tentang etika berinteraksi dan cara berkomunikasi yang baik di dunia maya agar tidak terlibat dalam kasus perundungan digital.


Terkini Lainnya

Dishub Jatim: Kecelakaan KA Sritanjung Vs Pajero Tanggung Jawab PT KAI

Dishub Jatim: Kecelakaan KA Sritanjung Vs Pajero Tanggung Jawab PT KAI

Regional
Menggemaskan, Cucu Presiden Jokowi Saat Hadiri Apel Akbar Santri di Solo

Menggemaskan, Cucu Presiden Jokowi Saat Hadiri Apel Akbar Santri di Solo

Regional
Moeldoko: Jokowi-JK Tak Hanya Membangun Infrastruktur, tetapi juga Peradaban Manusia

Moeldoko: Jokowi-JK Tak Hanya Membangun Infrastruktur, tetapi juga Peradaban Manusia

Nasional
Uang Suap untuk Bupati Mojokerto Pernah Diberikan di Kuburan

Uang Suap untuk Bupati Mojokerto Pernah Diberikan di Kuburan

Regional
TKN Klaim Hanya Jokowi yang Meperhatikan Isu Kesetaraan Gender

TKN Klaim Hanya Jokowi yang Meperhatikan Isu Kesetaraan Gender

Nasional
Polisi Turki Temukan Mobil Milik Konsulat Saudi di Istanbul

Polisi Turki Temukan Mobil Milik Konsulat Saudi di Istanbul

Internasional
Ajak Kencan Istri Orang di Tengah Malam, Paranormal Tewas Dibunuh

Ajak Kencan Istri Orang di Tengah Malam, Paranormal Tewas Dibunuh

Regional
Setelah Pemprov DKI Bangun Cukup ITF, Bantargebang Dijadikan Pembuangan Residu

Setelah Pemprov DKI Bangun Cukup ITF, Bantargebang Dijadikan Pembuangan Residu

Megapolitan
BNNK Tangerang Buru Dua Pelajar yang Pasok Tembakau 'Gorila' ke Temannya

BNNK Tangerang Buru Dua Pelajar yang Pasok Tembakau "Gorila" ke Temannya

Megapolitan
Kemendagri Tetap Putuskan Benny Bachtiar Jadi Sekda Kota Bandung

Kemendagri Tetap Putuskan Benny Bachtiar Jadi Sekda Kota Bandung

Regional
Rudiantara: Kita Ini Mudah Sekali Forward Pesan Whatsapp

Rudiantara: Kita Ini Mudah Sekali Forward Pesan Whatsapp

Nasional
Selasa Pagi, Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI Akan Diumumkan

Selasa Pagi, Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI Akan Diumumkan

Megapolitan
Pengunjung Diskotek Old City yang Positif Pakai Narkoba Jalani Rehabilitasi

Pengunjung Diskotek Old City yang Positif Pakai Narkoba Jalani Rehabilitasi

Megapolitan
Polisi Amankan 3 Orang Terkait Pembakaran Bendera di Garut

Polisi Amankan 3 Orang Terkait Pembakaran Bendera di Garut

Regional
Perludem: Alasan Tim Jokowi-Ma'ruf Tak Tahu Aturan Iklan Kampanye Tak Bisa Dibenarkan

Perludem: Alasan Tim Jokowi-Ma'ruf Tak Tahu Aturan Iklan Kampanye Tak Bisa Dibenarkan

Nasional

Close Ads X