Menhan Imbau Mahasiswa Jangan Jadi Pemimpin Pembawa Masalah - Kompas.com

Menhan Imbau Mahasiswa Jangan Jadi Pemimpin Pembawa Masalah

Kompas.com - 08/08/2018, 23:55 WIB
Menhan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu  menjadi pembicara utama pada Pembekalan Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Tarumanegara tahun akademik 2018-2019 (8/8/2018).Dok. Kompas.com Menhan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu menjadi pembicara utama pada Pembekalan Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Tarumanegara tahun akademik 2018-2019 (8/8/2018).

KOMPAS.com - Menteri Pertahanan ( Menhan) Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu menjadi pembicara utama pada Pembekalan Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Tarumanegara tahun akademik 2018-2019 (8/8/2018).

Dalam pengantar, Rektor Untar Agustinus Purna Irawan menyampaikan civitas akademia Untar merupakan 'Indonesia kecil' di mana keberagaman tumbuh dan mendapat tempat di sana.

"Untar memiliki potensi besar dengan lebih dari 15 ribu mahasiswa untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia. Oleh karena itu, sejak awal, sejak masa pembekalan mahasiswa baru, mereka sudah diperkenalkan dengan nilai-nilai keutamaan di Untar seperti integritas dan profesionalisme," jelas Agustinus.

1. Mewaspadai radikalisme

Mengambil tema "Bela Negara", Menhan mengingatkan kepada para mahasiswa baru bahwa Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa dan sudah tidak dapat diganggu gugat keberadaanya.

"Komunis dan liberalisme tumbuh di tempatnya masing-masing. Sesuai dengan karakter negara masing-masing. Kita tidak boleh menghina atau mengutak-atiknya. Sebaliknya, Pancasila memang di sini (Indonesia) tempatnya. Jangan diutak-atik," tegas Ryamizard.

Baca juga: Untar dan TNI Bekali Pendidikan Karakter Kepada Generasi Milenial

Dalam pemaparan selanjutnya, Ryamizard meminta mahasiswa mewaspadai potensi bahaya yang muncul. 

Menurutnya, ada banyak bahaya nyata di depan mata mengancam Indonesia, di antaranya: bencana alam, pelanggaran perbatasan, wabah penyakit, narkoba, perang siber dan terutama radikalisme dan terorisme.

2. Menjadi pemimpin pembawa solusi

Menhan melihat bahaya radikalisme dan terorisme menjadi ancaman serius bukan hanya karena menyebabkan korban namun juga merusak ikatan persaudaraan di Indonesia.

" Radikalisme dan terorisme bukan hanya menimbulkan kerugian dan membuat masyarakat takut namun juga merusak persaudaraan di Indonesia. Bayangkan, mana ada seorang Ibu yang sampai hati mengajak anaknya bunuh diri untuk membunuh orang lain. Induk hewan saja tidak sampai setega itu," kata Menhan.

Oleh karena itu, Menhan mengajak mahasiswa untuk mewaspadai propaganda ideologi yang dapat merusak persatuan.

Ia menghimbau mahasiswa nantinya menjadi pemimpin yang bisa membawa solusi bagi permasalahan bangsa. "Jangan malah seperti orang-orang di TV yang hanya banyak bicara dan jadi membuat masalah," tegur Ryamizard.

3. Mindset Pancasila dan bela negara

Terkait hal itu Ryamizard menekankan mahasiswa untuk selalu memiliki mindset Pancasila dan menumbuhkan semangat bela negara.

"Bela negara bukan berarti wajib militer. Bela negara berarti menumbuhkan rasa cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, cinta Pancasila serta rela berkorban," tambah Ryamizard.

Acara dengan yang mengangat semangat "Saya Indonesia, Saya Pancasila" ini merupakan salah satu rangkaian PPMB di Untar dan berlangsung 8-10 Agustus 2018.

Rektor Untar menyampaikan kegiatan PPMB diisi dengan kegiatan pengenalan kehidupan kampus dan juga menumbuhkan rasa cinta pada tanah air.

Kegiatan perploncoan, bullly atau tindakan kekerasan dilarang selama PPMB. Kegiatan ini bersifat terbuka dan transparan sehingga orangtua, masyarakat dan media dapat turut mengawasi jalannya kegiatan PPMB ini.

 

 


Komentar
Close Ads X