UI Peduli Kirim Tim Ke Bencana Gempa Lombok

Kompas.com - 09/08/2018, 23:19 WIB
Pasien menjalani perawatan di tenda pengungsian yang berada di depan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8/2018). Sebanyak 151 pasien rawat inap dan korban gempa menjalani perawatan di tenda dikarenakan kondisi RSUD Kota Mataram yang rusak akibat gempa.TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN Pasien menjalani perawatan di tenda pengungsian yang berada di depan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8/2018). Sebanyak 151 pasien rawat inap dan korban gempa menjalani perawatan di tenda dikarenakan kondisi RSUD Kota Mataram yang rusak akibat gempa.

KOMPAS.com - Gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). BNPB menyebut 131 korban meninggal dan ratusan lainnya mengalami luka akibat kejadian ini.

Merespon peristiwa tersebut, tim Universitas Indonesia ( UI) Peduli menurunkan 1 tim kebencanaan terdiri dari berbagai unsur UI turun ke pusat bencana. Lokasi pelaksanaan berpusat di Lombok Utara dengan alasan kurangnya distribusi bantuan ke daerah tersebut dibandingkan lokasi lainnya yang terdampak bencana. 

1. Aksi medis, psokososial dan logistik

“Selain itu ini juga sesuai dengan arahan pemerintah daerah (pemda) setempat. Jangka waktu juga sudah disesuaikan dengan arahan pemda setempat,” ujar dr. Neng Tine Kartinah, Kasubdit Pengabdian Masyarakat dan Komersialisasi Riset seperti dikutip dari laman UI.

Baca juga: Gempa Lombok, UGM Kirimkan Tim DERU

Pelaksanaan UI Peduli akan berlangsung mulai tanggal 8-12 Agustus dengan melaksanakan beberapa kegiatan, yaitu aksi bantuan medis, aksi psikososial, dan aksi bantuan logistik dasar.

Tim UI Peduli juga akan membantu tim kebencanaan untuk mengidentifikasi bangunan dampak gempa apakah layak huni atau tidak.

2. Bantuan TaLis ciptaan UI

Selain itu, tim UI Peduli  akan memberikan bantuan berupa pemberian 2 buah Tabung Listrik (TaLis) penemuan dosen UI, Ir. Chairul Hudaya.

TaLis adalah sebuah perangkat penyimpanan energi portable yang bermanfaat mendistribusikan tenaga listrik ke daerah-daerah sulit dijangkau oleh jaringan pengantar listrik.

“Penemuan ini akan sangat bermanfaat di daerah-daerah terisolasi dan bencana untuk memasok kebutuhan listrik sementara mereka,” ujar Tine.

3. Gerakan pengabdian masyarakat

UI Peduli adalah sebuah gerakan pengabdian masyarakat dari UI bertujuan untuk membantu penyelesaian permasalahan masyarakat melalui aplikasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan sosial budaya.

Program ini telah berjalan dari tahun 2011 ini dan telah menurunkan timnya ke berbagai daerah bencana di Indonesia seperti gempa Aceh, banjir Jakarta, ataupun bencana meletusnya gunung berapi di Bali.

Program ini adalah bentuk kontribusi nyata UI dalam merespon permasalahan bangsa. Program ini juga merupakan aplikasi nyata dari salah satu nilai tridharma perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat.



Terkini Lainnya

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Megapolitan
Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Regional
Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Megapolitan
Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Megapolitan
Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Nasional
Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Megapolitan
Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Regional
Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Regional
Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Regional
Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Nasional
Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Regional
Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Nasional
Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Internasional

Close Ads X