Guru Jangan Hanya Ceramah di Kelas

Kompas.com - 13/08/2018, 23:08 WIB
Guru bersalaman dengan murid baru kelas 1 saat hari pertama masuk sekolah, di SD Negeri Lengkong Wetan 1, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Senin (16/7/2018). Sebanyak 120 murid baru di SDN Lengkong Wetan 1 nampak diantar oleh orangtua pada hari pertama tahun ajaran baru 2018/2019 KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIGuru bersalaman dengan murid baru kelas 1 saat hari pertama masuk sekolah, di SD Negeri Lengkong Wetan 1, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Senin (16/7/2018). Sebanyak 120 murid baru di SDN Lengkong Wetan 1 nampak diantar oleh orangtua pada hari pertama tahun ajaran baru 2018/2019

KOMPAS.com - Guru diajak terus menerus mengevaluasi metode mengajar yang mereka terapkan di kelas. Untuk menciptakan suasana kelas menyenangkan dan interaktif, penerapan metode mengajar tepat dan pemahaman karakteristik siswa sangat diperlukan.

"Sudah bukan saatnya lagi, memulai pelajaran dengan perintah: anak-anak, buka buku halaman sekian, baca dalam hati, dan jawab pertanyaannya!" kata Ferdiansyah, narasumber dalam kegiatan sosialisasi kesiapan guru menyongsong pendidikan abad ke-21 Hotel Santika Tasikmalaya Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

1. Membuat kelas "hidup"

Ferdiansyah yang merupakan anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tersebut menambahkan bahwa metode ceramah sudah harus ditinggalkan dan diganti metode yang mampu membuat suasana kelas menjadi hidup, menyenangkan, kreatif, dan dialogis.

"Guru perlu memahami karakter tiap anak, dan mendorong tiap anak maju sesuai potensi terbaiknya," tambah Ferdiansyah seperti dikutip dari laman resmi Kemendikbud.

Baca juga: Guru Mesti Mampu Ajak Murid Berpikir Kritis

Ferdiansyah juga mendorong agar guru terus meningkatkan kompetensinya. Peningkatkan kompetensi guru tidak hanya dalam bentuk mengikuti pelatihan atau lokakarya. Aktivitas-aktivitas seperti studi banding, diskusi dalam kelompok kerja guru, belajar dari berbagai sumber juga merupakan upaya peningkatan kompetensi.

2. Membiasakan siswa berpendapat

"Tugas peningkatan kompetensi guru juga tidak hanya dari APBN, perlu kontribusi dari pemerintah daerah dengan APBD-nya, organisasi profesi, swasta, dan guru itu sendiri," ujar anggota Komisi X DPR tersebut.

Narasumber lain dalam acara tersebut, Odo Hadinata, menekankan pentingnya guru membiasakan siswanya berpendapat dan bertanya. Siswa yang terbiasa mendengarkan ceramah guru, tentu kurang terbiasa untuk mengemukakan pendapat dan bertanya.

Guru harus punya metode agar anak berani berpendapat, tidak takut salah dalam mengemukakan pendapatnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X