Kemendikbud Gulirkan 229 Miliar Rehabilitasi Sekolah Gempa Lombok

Kompas.com - 14/08/2018, 23:07 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy mengunjungi beberapa sekolah terdampak gempa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (13/8/2018). Dok. KemendikbudMendikbud Muhadjir Effendy mengunjungi beberapa sekolah terdampak gempa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (13/8/2018).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy mengunjungi beberapa sekolah terdampak gempa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (13/8/2018).

Menurut data Sekretariat Nasional Pendidikan Aman Bencana (SPAB) per 12 Agustus 2018, 606 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan, 977 ruang kelas dinyatakan rusak berat. Sebanyak 17 siswa meninggal dunia, 56 luka-luka, dan 19 orang harus dirawat inap.

1. Gulirkan dana bantuan

Kemendikbud telah memberikan dana bantuan senilai lebih dari 229 miliar rupiah untuk rehabilitasi sekolah dan pemulihan kegiatan belajar mengajar. 

Dalam memulihkan kegiatan belajar mengajar pascagempa, Mendikbud menyatakan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah bergotong royong memperbaiki kondisi ruang kelas dan bangunan sekolah yang rusak.

"Fokusnya di sekolah. Kita prioritaskan bagaimana supaya proses kegiatan belajar mengajar kembali lancar," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy usai memotivasi siswa di lapangan Sekolah Dasar (SD) Negeri Obel-obel 2, Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Baca juga: Kemendikbud Dirikan Kelas Darurat Pascagempa Lombok

Saat ini Kemendikbud telah memasang tenda ruang kelas sementara. Tenda-tenda tersebut akan digunakan untuk proses belajar mengajar, sambil menunggu bangunan semi permanen untuk kelas sementara selesai dibangun.

2. Akan bangun sekolah semi permanen

"Nanti akan dibangun kelas dengan tenda darurat, setelah itu bangun sekolah semi permanen. Karena untuk membangun yang semi permanen butuh waktu sekitar dua atau tiga bulan, jadi menggunakan tenda dulu," ujar Mendikbud seperti dikutip dari laman Kemendikbud.

Untuk rehabilitasi bangunan, sesuai hasil rapat kabinet terbatas, akan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Menurut Muhadjir, karena perbaikan akan membutuhkan waktu yang cukup lama, maka diperlukan kelas sementara agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan dengan baik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X