Cerita Lolita, Anak Penjual Air yang Ikut Indonesia Youth Exchange ke Thailand

Kompas.com - 17/08/2018, 12:38 WIB
Lolita saat mengajar di Thailand.Dok. Lolita Lolita saat mengajar di Thailand.

KOMPAS.com - Lolita Noor Amalia (19), mahasiswi jurusan Sosiologi dan Antropologi Universitas Negeri Semarang (Unnes) terpilih sebagai salah satu anggota termuda yang lolos dalam Indonesia Youth Teacher Exchange Program (IYTEP) 2018.

Program ini berlangsung pada 13 Juli-9 Agustus 2018.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini mendapatkan kesempatan terlibat dalam program pengajaran ke sekolah-sekolah di Thailand Selatan. 

Mahasiswi semester 5 dengan IPK 3,7 ini mengajar di Thailand selama 25 hari.

Lolita berbagi cerita soal pencapaian dan perjalanan hidupnya hingga keinginannya ke luar negeri jadi kenyataan.

Seleksi IYTEP

Alumni SMA Negeri 1 Ngawen ini mengikuti seleksi IYTEP yang diadakan secara nasional.

Dari sekitar 450 peserta, terpilih 40 orang, salah satunya Lolita. Para peserta ini terdiri dari mahasiswa S1, mahasiswa S2, dan orang yang sudah berprofesi menjadi guru.

Pencapaian ini disyukurinya karena menjadi kesempatan pertama bepergian ke luar negeri.

"Senang. Karena itu memang sudah ditargetkan dan tercapai," ujarnya.

Misi program ini adalah mengenalkan Indonesia seperti bahasa dan budaya-budayanya.

"Mengajar Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan pengenalan budaya. Materinya dimasukkan unsur-unsur budaya Indonesia," kata dia.

Batik menjadi salah satu yang dikenalkan oleh mereka.

Keterbatasan ekonomi 

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X