Daftar 100 Perguruan Tinggi Indonesia Hasil Klasterisasi Kemenristekdikti

Kompas.com - 18/08/2018, 07:06 WIB
Klasteriasi perguruan tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dok. KementeristekdiktiKlasteriasi perguruan tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

KOMPAS.com — Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Negeri ( Kemenristekdikti) mengeluarkan hasil klasterisasi perguruan tinggi non-vokasi di Indonesia tahun 2018.

Perguruan tinggi tersebut terdiri dari universitas, institut, dan sekolah tinggi.

Pengumuman ini dikeluarkan secara resmi oleh Kemenristekdikti melalui situs web resminya.

Selain itu, Kemenristekdikti mengunggah hasik klasterisasi ini di akun resmi Instagram-nya, @ristekdikti. 

 

#SobatRistekdikti. Berikut ini 100 besar hasil klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) non-vokasi tahun 2018. . Sebagai upaya memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi di Indonesia, maka dari itu, @ristekdikti telah melakukan klasterisasi perguruan tinggi tahun 2018. . Klasterisasi perguruan tinggi yang telah dikeluarkan @ristekdikti secara resmi ini bisa menjadi data yang dapat digunakan sebagai informasi yang valid bagi masyarakat umum. . Selain itu, klasterisasi ini juga dijadikan sebagai dasar bagi @ristekdikti untuk melakukan pembinaan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia serta penyusunan kebijakan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Dari urutan 100 besar ini, ada di nomor berapa kampus kamu #SobatRistekdikti? Baca berita selengkapnya hanya di laman ristekdikti.go.id (klik link di bio @ristekdikti) #Kemenristekdikti #Ristekdikti #KlasterPT #Klasterisasi #PerguruanTinggi #Indonesia #Unggul #Berkualitas

A post shared by Kemenristekdikti (@ristekdikti) on Aug 17, 2018 at 1:46am PDT

Klasterisasi yang dilakukan Kemenristekdikti merupakan upaya untuk memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi, sehingga menjadi data yang dapat digunakan sebagai informasi valid.

Sumber data klasterisasi perguruan tinggi 2018 terdiri dari tujuh sumber data, yakni:

  • Kinerja kemahasiswaan
  • Akreditasi internasional
  • Jumlah mahasiswa asing
  • Data kerja sama perguruan tinggi
  • Kinerja riset, kinerja abdimas, kinerja inovasi
  • Data dosen dan data mahasiswa
  • Akreditasi institusi dan program studi 

Selain itu, jumlah publikasi yang terindeks scopus juga digunakan sebagai sumber data klasterisasi.

Aspek dan indikator

Aspek dan bobot setiap indikator dalam klasterisasi mencakup lima aspek utama, yakni

1. Kualitas sumber daya manusia (25 persen)

Pada aspek ini, beberapa indikator digunakan, yakni presentasi dosen berpendidikan S-3 dengan bobot 0.45.

Persentasi dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar dengan bobot 0.45. Indikator persentasi dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar bobot 0.10

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X