Lintas Pemda Bersatu Upayakan Pendidikan Lombok Bangkit Kembali - Kompas.com

Lintas Pemda Bersatu Upayakan Pendidikan Lombok Bangkit Kembali

Kompas.com - 11/09/2018, 14:08 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy menyanangkan Gerakan Kembali Sekolah di lapangan Bumi Gora, kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), kota Mataram, Minggu (9/9/2018).Dok. Kemendikbud Mendikbud Muhadjir Effendy menyanangkan Gerakan Kembali Sekolah di lapangan Bumi Gora, kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), kota Mataram, Minggu (9/9/2018).

KOMPAS.com - Melalui "Gerakan Kembali ke Sekolah" (9/9/2018), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud), Muhadjir Effendy mengimbau agar siswa dapat terus belajar dan bersekolah.

"Pendidikan harus terus berjalan meskipun dalam keterbatasan kondisi sarana prasarana," ujar Mendikbud. Terkait penanganan pascagempa di NTB, Kemendikbud akan menambah 650 tenda sekolah darurat sehingga total yang didistribusikan mencapai lebih dari 1.000 unit.

"Targetnya, 100% siswa NTB kembali ke sekolah dalam waktu sesingkat-singkatnya," harap Muhadjir.

1. Lintas Pemda komitmen membangun sekolah

Beberapa daerah, menurut Mendikbud, sudah memberikan komitmen untuk bersama-sama membangun kembali sekolah-sekolah di NTB. Di antaranya, pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pemerintah Kota Surabaya, dan pemerintah Kota Malang.

"Kalau perlu, nama sekolah yang dibantu dibangun dapat diubah dengan nama yang berkaitan dengan daerah yang telah membantu," jelas Muhadjir.

Mendikbud menyampaikan, hal ini sebagai kenang-kenangan bahwa seluruh bangsa Indonesia turut prihatin, dan bersama-sama mendukung pemulihan NTB. Ini wujud kerukunan sesama anak bangsa," jelasnya.

Baca juga: Lombok Bangkit, Relawan dan Kemendikbud Bangun Posko Psikoedukasi

Kemendikbud terus melakukan inventarisasi sekolah-sekolah terdampak gempa. Untuk sekolah rusak berat akan ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sedangkan kerusakan sedang dan ringan dapat ditangani oleh Kemendikbud bekerja sama berbagai lembaga.

2. Anak-anak Lombok semangat belajar

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, Lalu Suandi, menyampaikan bahwa semangat anak-anak didik untuk belajar masih tergolong baik. Kegiatan psikososial yang dilakukan berdampak positif bagi mental siswa terdampak gempa.

"Memang kalau kita lihat, lebih baik jika mereka (siswa) berada di sekolah daripada hanya beraktivitas di tenda-tenda pengungsian," ujarnya.

Sebelumnya, bersama relawan dari berbagai lembaga dan komunitas, Kemendikbud memberikan pelayanan psikososial dan psikoedukasi, serta trauma healing kepada para siswa dan guru. Tim Posko Pendidikan juga secara rutin menghadirkan bioskop keliling untuk menghibur pengungsi.

3. Memberikan bantuan tepat sasaran

Mendikbud mengimbau agar pemberian bantuan harus relevan dengan kebutuhan. Ia mengimbau agar unit-unit pelaksana teknis dapat fokus memberikan bantuan yang paling dibutuhkan, berbasis data, dan meningkatkan koordinasi antar lembaga baik pusat maupun daerah, serta lembaga nonpemerintah.

Total bantuan disiapkan Kemendikbud untuk penanganan gempa di NTB sebesar Rp 258 miliar. Bantuan tersebut merupakan optimalisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta donasi dari seluruh pegawai Kemendikbud.

"Pemerintah pusat telah optimal menangani masalah gempa NTB ini. Pada akhirnya yang harus menyelesaikan adalah masyarakat dan pimpinan daerah NTB sendiri," ujar Muhadjir. Sampai saat ini Kemendikbud telah menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 360 ribu siswa NTB. Segera akan dilakukan pemutakhiran data untuk memberikan penambahan jumlah siswa penerima manfaat.


 

Mendikbud mengimbau agar siswa dapat terus belajar dan bersekolah. Pendidikan harus terus berjalan meskipun dalam keterbatasan kondisi sarana prasarana.


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X