Hari Terakhir Pemburu Buku di "Zona Kalap" IIBF 2018

Kompas.com - 16/09/2018, 10:28 WIB
Indonesia International Book Fair 2018 berlangsung 12-16 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.Dok. Kompas.com Indonesia International Book Fair 2018 berlangsung 12-16 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

KOMPAS.com - Indonesia International Book Fair (IIBF) 2018 telah resmi dibuka 12 September 2018 dan akan berakhir hari ini (16/9/2018) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Dalam sambutan pembukaan acara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) Triawan Munaf mengharapkan pameran ini dapat menjadi upaya memajukan budaya literasi di Indonesia. "Kita berharap IIBF 2018 dapat menjadi festival literasi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya bangsa," kata Triawan.

Ajang bursa buku dan naskah

Di IIBF 2018, tidak hanya penerbit yang mendapat fasilitas istimewa untuk bertukar hak cipta buku. Para penulis dan calon penulis buku pun bisa memanfaatkan ajang pameran bertaraf internasional ini untuk unjuk diri dan menawarkan naskah mereka dalam program Bursa Naskah.

Ajang pencarian naskah oleh penerbit ini diadakan pada hari Sabtu lalu (15/9) dimana para editor dari 16 penerbit dalam negeri akan duduk menanti naskah-naskah buku dari masyarakat. Para pengunjung bisa datang ke sini dengan membawa naskah jadi yang siap cetak, atau berkonsultasi seputar naskah yang sedang dikerjakan ke penerbit. Grup penerbit seperti Gramedia dan Mizan ikut berpartisipasi dalam Bursa Naskah ini.

Baca juga: Warga Antusias Berburu Buku Murah di IIBF 2018

Sehari sebelumnya, ada satu kegiatan menarik yang digelar oleh Dinas Perpustakaan Pemprov DKI Jakarta, yaitu Final Pemilihan Abang None Buku Provinsi DKI Jakarta. Layaknya ajang pemilihan Abang None, para finalis yang terpilih di tingkat wilayah akan unjuk kebolehan di hadapan dewan juri untuk meraih gelar sebagai Abang None Buku Jakarta.

Lebih dari 100 stan dari 17 negara

Rosidayati Rozalina Ketua Ikapi menyampaikan IIBF tahun ini diikuti lebih dari 62 peserta Indonesia yang menghadirkan 110 stand. Tidak hanya itu, IIBF 2018 diikuti 34 peserta dari 17 negara.

Selain Indonesia, beberapa negara yang akan berpartisipasi dalam IIBF kali ini diantaranya, Arab Saudi, Australia, Inggris, China, Maroko, India, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Turki, Singapura, Uni Emirat Arab, Thailand dan Tunisia. 

Selain menjadi ajang penjualan buku secara langsung dari penerbit kepada pembaca, IIBF 2018 juga diharapkan menjadi market hub perbukuan internasional bagi para penerbit dan penulis yang ingin menyasar pasar global.

"Zona Kalap" untuk pemburu diskon buku

Indonesia International Book Fair 2018 berlangsung 12-16 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.Dok. Kompas.com Indonesia International Book Fair 2018 berlangsung 12-16 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Di tahun ke-37, Ikapi menarget 120 ribu pengunjung datang ke pameran buku terbesar ini. Untuk itu panitia membuka secara gratis ajang IIBF 2018 ini. "Acara ini bertujuan untuk mendekatkan buku ke masyarakat dan juga meningkatkan minat baca," jelas Rosidayati Rozalina Ketua Ikapi dalam pertemuan dengan media jelang ajang ini. "

Salah satu unggulan yang menjadi andalan penyelenggaraan IIBF 2018 adalah program "Zona Kalap". Dalam program ini, 500 penerbit akan memamerkan 7.000 lebih judul buku berbahasa Indonesia dan buku impor dengan potongan harga hingga 80%.

Buku-buku tersebut terdiri dari beragam genre seperti fiksi, novel, non fiksi, buku anak dan buku relijius. Program sengaja dirancang untuk memuaskan keinginan pengunjung untuk membeli buku sehingga diberikan diskon cukup besar dari 50-80%. 

 


Terkini Lainnya

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Regional
Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Internasional
Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Megapolitan
Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Megapolitan
Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Regional
KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

Nasional
BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

Nasional
Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Megapolitan
KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

Nasional
Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Regional
Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Nasional
Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Regional
Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN] Anies Berterima Kasih ke Sutiyoso hingga Ahok | Cerita Sutiyoso soal Mimpi MRT

[POPULER MEGAPOLITAN] Anies Berterima Kasih ke Sutiyoso hingga Ahok | Cerita Sutiyoso soal Mimpi MRT

Megapolitan
5 Fakta Kampanye Terbuka Prabowo, Sebut Anggaran Negara Bocor Rp 1.000 Triliun hingga Mencari Suara di Tanah Kelahiran Ibu

5 Fakta Kampanye Terbuka Prabowo, Sebut Anggaran Negara Bocor Rp 1.000 Triliun hingga Mencari Suara di Tanah Kelahiran Ibu

Regional


Close Ads X