Perhatikan 7 Hal Ini Saat Mendampingi Anak Bermain Gim

Kompas.com - 16/09/2018, 23:21 WIB
Ilustrasi game smartphone NintendoYouTube Ilustrasi game smartphone Nintendo

KOMPAS.com - Permainan interaktif elektronik atau games sudah sangat akrab bagi anak-anak dengan aneka ragam jenis permainannya. Permainan interaktif elektronik merupakan permainan yang biasa dimainkan melalui media elektronik, seperti komputer, alat konsol dan telepon pintar (smartphone).

Penggunanya juga beragam, dari anak usia 3 tahun hingga usia dewasa. Jenis-jenis permainannya juga beragam, ada permainan aksi, petualangan, strategi, puzzle, simulasi, olahraga atau edukasi.

Dari beberapa jenis permainan tersebut, ada beberapa permainan yang tidak sesuai dengan usia anak. Karena itulah, perlu pendampingan orang tua dalam memainkannya.

Orang tua sebaiknya memahami isi permainan interaktif yang biasa dimainkan anak. Orangtua juga perlu waspada jika isi permainan mengandung gambar atau unsur seperti rokok, minuman keras, narkoba, kekerasan, darah, mutilasi, kanibalisme, pornografi, penyimpangan seksual, judi, horor atau penggunaan bahasa kasar.

Baca juga: Berapa Durasi Tidur Anak Cerdas?

Berdasarkan forum Sahabat Keluarga Kemendikbud, berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan orang tua saat mendampingi anak dalam permainan interaktif elektronik

1. Perkembangan kemampuan berpikir (kognitif)

Permainan edukasi dan simulasi dapat mengembangkan kemampuan berpikir anak seperti meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, meningkatkan daya tanggap, mengenal gerak, gambar dan bunyi, membantu melatih daya ingat, serta meningkatkan kreativitas

2. Motivasi

Permainan puzzle dapat meningkatkan motivasi anak, seperti, membantu meningkatkan kepercayaan diri, membantu menyadari bahwa untuk mencapai suatu hasil memerlukan proses semakin sering berlatih akan semakin menguasai. Permainan puzzle juga dapat melatih anak untuk tidak mudah menyerah.

3. Sosial dan Emosi

Jenis permainan tertentu dapat memengaruhi sosial dan emosi, seperti membantu memperbaiki suasana hati menjadi lebih positif, mengurangi kecemasan dan menjadi lebih santai, membantu anak menjalin kerja sama untuk mencapai satu tujuan dan menumbuhkan sifat bersaing yang sehat.

4. Kesehatan Anak

Masalah kesehatan anak yang muncurl karena terlalu sering atau lama bermain game, antara lain, tubuh mudah lelah akibat kurang tidur, kegemukan akibat kurangnya kegiatan fisik atau kebiasaan ngemil sambil bermain game, sakit mata akibat terlalu lama menatap layar, serta berat badan anak yang terlalu kurus akibat lupa makan atau menurunnya nafsu makan.

5. Perilaku Anak

Bermain game yang mengandung kekerasan secara berlebih dapat memengaruhi perilaku anak, seperti, berperilaku menyakiti orang lain baik di rumah maupun di sekolah. Anak juga menjadi mudah marah.

6. Kepribadian Anak

Banyak waktu yang digunakan untuk bermain game menjadikan anak kurang bergaul dengan orang lain sehingga membentuk perilaku anak, seperti, senang menyendiri, tidak nyaman bergaul, kurang percaya diri, serta kurang dapat memahami perasaan orang lain.

7. Menurunnya Prestasi Belajar

Terlalu sering bermain game tidak hanya menyita waktu belajar, tetapi juga dapat menurunkan konsentrasi belajar anak. Hal tersebut dapat mengakibatkan menurunnya prestasi belajar anak di sekolah.


Terkini Lainnya

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

Megapolitan
Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Regional
Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Internasional
Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Megapolitan
Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Megapolitan
Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Regional
KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

Nasional
BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

Nasional
Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Megapolitan
KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

Nasional
Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Regional
Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Nasional
Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Regional
Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN] Anies Berterima Kasih ke Sutiyoso hingga Ahok | Cerita Sutiyoso soal Mimpi MRT

[POPULER MEGAPOLITAN] Anies Berterima Kasih ke Sutiyoso hingga Ahok | Cerita Sutiyoso soal Mimpi MRT

Megapolitan


Close Ads X