Vidi dan Febby Bicara tentang Pendidikan dan Renjana Menjadi Guru

Kompas.com - 17/09/2018, 20:21 WIB
Peluncuran program Quipper Super Teacher dari Quipper Indonesia, Jakarta (17/9/2018) Dok. QuipperPeluncuran program Quipper Super Teacher dari Quipper Indonesia, Jakarta (17/9/2018)

KOMPAS.com - Apa kesamaan antara Vidi Aldiano dan Febby Rastanty? Mereka merupakan sedikit dari selebriti tanah air yang tidak hanya sukses di dunia entertain namun juga memiliki prestasi di bidang akademik.

Vidi berhasil menyelesaikan studi program S1 tepat waktu 3,5 tahun di Jurusan Manajemen, Bussines School, Universitas Pelita Harapan (UPH), dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,63. dan meraih predikat cum laude. 

Tidak berhenti di situ, Vidi kemudian melanjutkan pendidikan S2 mengambil jurusan Innovation Management and Enterpreneurship di University of Manchester, Inggris. Lagi, ia lulus dengan predikat cum laude

Tidak jauh berbeda dengan Febby Rastanty. Dunia akting tidak membuat artis Febby Rastanty meremehkan arti pendidikan. Febby meraih gelar sarjana hukum di Universitas IndonesiaTidak tanggung-tanggung hanya dalam waktu 3,5 tahun, ia berhasil lulus dengan predikat cum laude. 

Baca juga: Melahirkan Guru Super untuk Generasi Digital

Kesamaan lain? Kini mereka sama-sama menyalurkan passion mereka menjadi guru dan mengajar melalui platform Quipper Video sebuah program pembelajaran berbasis video daring yang digagas Quipper Indonesia, sebuah perusahaan edukasi berbasis teknologi. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sela-sela peluncuran program "Quipper Super Teacher" di Jakarta (17/9/2018) mereka menyempatkan diri berbincang dengan Kompas.com perihal masalah pendidikan di Indonesia dan renjana (passion) mereka dalam mengajar. 

Kenapa memutuskan untuk menjadi pengajar?

Febby Rastanty dalam peluncuran program Quipper Super Teacher dari Quipper Indonesia (17/9/2018)Dok. Quipper Febby Rastanty dalam peluncuran program Quipper Super Teacher dari Quipper Indonesia (17/9/2018)

Vidi Aldiano: Aku memang punya concern dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan. Rencanaku juga kalau sudah tua nanti punya keinginan untuk mengajar atau jadi dosen. Jadi ini kesempatan buatku bukan hanya untuk mengajar tapi juga belajar mempersiapkan hal itu.

Febby Rastanty: Aku merasa punya tanggungjawab dalam dunia pendidikan. Ini bukan tanggungjawab guru atau pemerintah saja. Aku beruntung punya akses pendidikan yang lebih baik. Aku terpanggil berbagi dengan anak-anak yang mereka punya niat dan semangat tinggi namun tidak memiliki akses pada pendidikan yang berkualitas.

Vidi lulusan manajemen dan Febby lulusan hukum. Tapi mengapa mengajar bidang yang berbeda (Vidi mengajar biologi dan Febby mengajar kimia)?

Febby: Saat SMA aku dapat penjurusan IPA. Aku jadi suka dan menguasai kimia karena terinspirasi guru kimia SMA-ku. Dia bisa mengajarkan pelajaran sulit tapi dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.